Listen

Description

Sebuah Renungan dalam permintaan maaf pada ruang waktu dan jeda hidup tak bersuara. Pengantar kisah " seorang perempuan untuk ke dua kalinya setelah 4 tahun silam dengan kisah yang sama dan pada orang berbeda , selalu memendam rasa dan membiarkan tertutup hingga mati dan hilang" Bagi perempuan ini Damai yang demokratis itu adalah membiarkan rasa dan suara hati kita beku . Hingga suatu saat akan ada yang mencairkannya. Ntah itu kapan, mengiklaskan dari hati adalah cara. Berjuang dengan doa adalah langkah.