Episode kali ini akan bercerita tentang suara batuk yang akan terdengar nanti di tengah cerita. Suara batuk itu keluar dari mulut seseorang yang sedang lelap dalam tidurnya. Seseorang yang kukenal sudah lama namun kadang sering dilupa oleh banyaknya inginku. Dibalik sikapnya yang dingin dan pendiam, ia memperjuangkan masa depanku mati-matian. Dalam setiap kerut di dahinya, di balik hitam warna kulitnya, di belakang penglihatan dan usianya yang terus berkurang, ia tak mau mengenal arah menyerah. Hanya anaknya, anaknya dan anaknya yang menjadi fokus perhatiannya. Sedangkan di benak anaknya hanya bergelut tentang banyaknya ingin dan ingin yang tak pernah ada batas dan mencapai kata puas. Kini aku hanya ingin tegar bersama bapak, menemaninya berjuang dalam waktu yang tersisa. Dan teruntuk Bapak.. maafkan anak bungsumu yang masih menyusahkan.