Listen

Description

Romo Antonius Adrian Adiredjo, OP

[Bacaan Injil : Lukas 9 : 51 - 62

Hari Minggu Biasa ke-13 (30 Juni 2019)]

Yesus memanggil kita semua untuk hidup dengan Dia dan masuk dalam hubungan yang khusus. Hidup bersama Yesus merupakan tujuan hidup kita dan ini bersifat fundamental. Dalam kenyataannya, kadangkala terdapat hambatan-hambatan yang membuat kita sulit dalam mengikuti Yesus. Ada tiga hambatan dalam mengikuti Yesus seperti yang dikatakan dalam injil hari ini. Hambatan pertama, dalam kitab suci tertulis “Rubah mempunyai liang, burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak memiliki tempat untuk meletakan kepalanya”. Dalam mengikuti Yesus bukan merupakan paksaan, tetapi karena adanya gerakan hati dan merasakan cinta Tuhan untuk mengikuti Yesus.  Dalam mengikuti Yesus merupakan sebuah pertobatan, dimana pertobatan ini hadir dari hati kita yang terdalam, bukan karena keterpaksaan. Dalam menjalani hidup kita harus peka akan sentuhan kasih Allah agar tidak menunda nuda atau menunggu dalam mengikuti Yesus. Hal ini seperti yang tertulis dalam kitab suci “Biarlah orang mati menguburkan orang mati, tetapi engkau pergilah dan beritakan kabar Kerajaan Allah diaman-mana”. Ketika kita hendak mengikuti Yesus jangan pernah menunda-nunda atau bersikap “nanti saja” karena ini merupakan sebuah tantangan dan membuat kita sulit dalam bertobat. Hambatan yang terakhir adalah disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan lama yang membuat kita sulit berubah menjadi lebih baik. Kelekatan akan masa lalu membuat kita sulit untuk maju dan hanya memikirkan apa yang sudah terjadi yang tidak bisa diulang kembali. Ini merupakan kesempatan bagi iblis masuk dalam diri kita untuk menggoyahkan iman kita kepada Yesus. Kunci dalam mengatasi segala hambatan-hambatan tersebut adalah mengikuti ajaran dan mendengarkan sabda Allah agar kita semua dapat hidup dalam kebenaran Ilahi. Oleh karena itu, jangan sampai hambatan-hambatan yang hadir ini merusak hidup kita untuk dekat dengan Tuhan.