Season 13, Episode 2.
Ngaji FIlsafat - Dr. Fahruddin Faiz
Di dalam kitab Tahsil Al-Saadah karya Al-Farabi, Al-Farabi mendefinisikan kebahagiaan adalah "Absolute Good" yang artinya kebaikan puncak. Mengapa kebagiaan disebut dengan kebaikan puncak? Misalnya kita berbuat jujur, sabar, rajin, tekun. Itu semua adalah perbuatan baik.
Kenapa perbuatan baik itu kita lakukan? Karena kita ingin bahagia. Dari situ maka Al-Farabi mendefinisikan Kebahagiaan adalah Absolute Good atau kebaikan puncak. Di dalam kitab ini ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.
Yaitu pertama Kebahagiaan adalah tujuan hidup, dan Tuhan menciptakan kita untuk bahagia. Entah kita sadari atau tidak, sebenarnya bahagia itu adalah tujuan hidup. Apakah ada orang menginginkan untuk tidak bahagia? Pasti tidak ada. Dan Tuhan menciptakan kita untuk kita bahagia. Kenapa tuhan memberikan banyak sekali fasilitas yang lengkap, apa-apa ada, apa-apa tersedia, itu semua karena Tuhan menginginkan kita bahagia dengan itu semua. Dan setelah bahagia jangan lupa untuk bersyukur kepada siapa yang memberikan kebahagiaan.
Yang kedua Segala sesuatu yang membuat seseorang bahagia pasti baik. Ketika ada suatu kebaikan yang membuat kita tidak bahagia, pasti itu ada Mis Understanding. Ada pemahaman dan pengetahuan yang belum kita gapai. Contoh seperti jujur, jujur adalah suatu perbuatan yang baik, tetapi kok membuat kita tidak bahagia atau malah membuat hidup kita resah, hal itu pasti ada yang keliru dengan pemahaman kita tentang kejujuran dan kebahagiaan tentang jujur. Mungkin konsep kita yang salah, atau bahagia menurut kita apa, atau bisa jadi jujur yang kita lakukan itu bukan jujur yang sejati, tetapi jujur karena terpaksa. Pada intinya, perbuatan baik pasti hasilnya bahagia, dan semua yang membuat kita bahagia pasti baik. Kalau ada yang tidak, pasti ada yang salah.
Yang ketiga Orang tidak cukup paham dan sadar tentang kebahagiaan, tetapi ia harus menginginkan dan menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan hidup
Yang keempat Setiap orang yang tidak ingin bahagia, maka yang ia lakukan adalah kejahatan/keburukan
Yang kelima Kebahagiaan bisa terjadi ketika jiwa kita terimplementasikan secara optimal. Di dalam diri kita itu ada daya jiwa apa saja sih?
Daya jiwa yang pertama adalah daya gerak, contoh seperti daya gerak untuk makan, daya gerak untuk melakukan sesuatu, dan daya untuk berkembang biak. Dan itu otomatis, tidak perlu belajar, sifatnya instingtif.
Yang kedua daya mengetahui, seperti mengetahui dalam merasa dan mengetahui dalam berimajinasi. Jadi ini yang disebut dengan intelek, intelegensi.
Yang ketiga daya berpikir. Menurut Al-Farabi berpikir itu ada akal praktis dan akal teoritis.
-Akal praktis adalah berpikir yang langsung dijalankan. Contohnya seperti "Aduh, kopi nya habis nih, beli kopi dulu lah di depan itu ada warung".
-Akal teoritis. Akal Teoritis itu isinya ada tiga, yaitu berpikir potensial, berpikir aktual, dan akal mustafad.