Season 15, Episode 3.
Ngaji Filsafat - Dr. Fahruddin Faiz
H. P. Blavatsky
Helena Petrovna Blavatsky adalah seorang pendiri Teosofi dan Theosophical Society. Orangtuanya Kolonel Peter von Hahn dari keluarga Hahn kuno von adalah sebuah keluarga bangsawan Jerman dari Basedow dan Helena Fadeyeva. Adik Blavatsky yang bernama Vera Zhelikhovsky adalah seorang penulis okultisme. Sepupu pertama Blavatsky adalah Sergei Witte seorang Menteri Rusia, dan kemudian menjadi Perdana Menteri pada masa pemerintahan Tsar Nicholas II. Dalam memoarnya, Count Witte mengingat pertemuannya dengan Helena. Kakek dari ibu Blavatsky adalah Andrey Mikhailovich Fadeyev, Gubernur Saratov dan istrinya Putri Helene Dolgoruki, tokoh usia pencerahan Rusia.
Blavatsky tumbuh di tengah budaya yang kaya dalam spiritualitas dan mitologi tradisional Rusia, yang memperkenalkan ke dunia supranatural. Meskipun tinggal di New York City, ia mendirikan Theosophical Society pada bulan September 1875 bersama dengan Henry Steel Olcott, William Quan Hakim. Blavatsky menulis bahwa semua agama sama-sama benar dalam ajaran batin mereka. Tulisannya menghubungkan pengetahuan spiritual esoteris dengan ilmu pengetahuan baru yang dapat dianggap sebagai contoh pertama dari apa yang sekarang disebut cara berpikir yang baru.
Madame Blavatsky adalah tokoh sentral dalam ajaran Teosofi. Mendalami spiritualitas sejak muda dan hidup berpindah-berpindah di berbagai negara.
Secara etimologis, teosofi berasal dari kata theo (Tuhan) dan sophia (ilmu pengetahuan atau kebijaksanaan). Dengan demikian, secara literal teosofi berarti pengetahuan atau kebijaksanaan dalam memandang permasalahan ketuhanan.
Sepintas, bidang kajian teosofi tidak jauh berbeda dengan teologi. Kendati sama-sama mengacu kepada pembahasan terhadap berbagai masalah ketuhanan, perbedaannya terletak dari bagaimana operasionalnya. Jika teosofi cenderung menukik pada inti permasalahan dengan menyelami misteri-misteri ketuhanan yang terdalam, maka teologi lebih menggunakan pendekatan spekulatif-intelektual dalam menginterpretasikan hubungan antara manusia, alam semesta, dan Tuhan.
Seseorang yang ahli dalam bidang teologi disebut teolog, sementara ia yang memahami kaidah teosofi disebut teosofos. Melalui pemikiran filosofis-sufistis, seorang teosofos dapat dikatakan sebagai seseorang yang mampu mengawinkan latihan intelektual teoritis melalui filsafat dengan penyucian jiwa dengan tasawuf dalam mencapai pemahaman terkait masalah ketuhanan.
Munculnya kajian teosofi dapat ditelusuri dari budaya dunia Timur yang identik dengan segala mistisisme dan okultismenya. Seperti dalam hikayat Mesir kuno, Hindu, atau tradisi Timur lain yang tetap hidup dengan kultus (pemujaan) dan terkait erat dengan kultus Rosicrucian.
Adapun tokoh paling berpengaruh dari teosofi adalah Helena Petrovna von Hahn atau yang kelak dikenal dengan nama Madame Helena Petrovna Blavatsky, seorang perempuan keturunan bangsawan Rusia. Kelak, bersama Kolonel Henry Steel Olcott, ia mendirikan Theosophical Society di New York pada 17 November 1875, namun baru diresmikan pada 3 April 1905.