Iman itu abstrak, dia tak terlihat, tersimpan dalam sanubari. Yang diimani juga sebahagian besarnya ghaib tak terindera: Alah, para malaikat, kiamat, takdir.
Namun justru iman yang abstrak itulah penentu perspektif, sikap dan amal manusia. Iman adalah pangkalnya, dari sana semua bermula.