Harapan adalah jalan dan metode!
Saat masih bayi, orang tua Antok mengabadikan foto bayi Antok di album foto keluarga. Bayi itu nampak imut, montok dan bikin gemes setiap orang yang memandangnya. Saat Antok masih anak-anak, bapak ibunya sering menunjukkan foto bayinya kepada saudara dan teman-teman mainnya.
Ketika Antok remaja, dipasangnya foto bayinya di komputer milik mereka sekeluarga. Menjelang dewasa, teman-teman Antok mulai berkeluarga dan punya anak, tetapi Antok belum berkeluarga. Jadi, ketika ada reuni atau sekedar mampir di rumahnya, mereka melihat foto bayi di komputernya, mereka bertanya, "Anakmu ya ? Imut banget..."
Antok menjawab: "Bukan! Itu fotoku waktu bayi !!!"
Tahun berganti tahun, Antok mulai tua. Namun ia masih juga belum berkeluarga. Ketika ada reuni lagi, seorang tamu bertanya, "Lho, ini foto cucunya ya... wah lucu sekali..."
"Bukan!!! Ini fotoku waktu bayi!" Jawab Antok kesal!
Banyak harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Mungkin Antok berharap, demikian juga keluarganya, supaya ketika ia besar ia dapat membangun keluarga seperti teman-temannya. Tetapi ternyata harapan itu tidak terwujudkan. Mungkin ketika kita melihat bayi mungil yang imut kita berpikir ia akan menjadi sukses dalam hidupnya kelak, namun ternyata ia berjuang mati-matian di tengah berbagai kesulitan hidupnya. Mungkin kita berharap banyak pada satu tokoh mudah, berbakat dan membawa banyak perubahan kalau nanti ia menjadi pemimpin, namun ternyata ia nanti menjadi pemimpin yang sangat dibenci orang.
Masih banyak contoh lain yang menjelaskan begitu kontrasnya harapan dan kenyataan. Bila terjadi bahwa kenyataan memang tidak sesuai dengan harapan, akibatnya ialah penyesalan, putus asa dan menyerah.
Pengharapan diartikan sebagai suatu tindakan dengan kerinduan atau hasrat yang kuat
atas sebuah kebaikan yang akan diperoleh atau dicapai. Orang tidak hanya mengetahui yang baik, tetapi juga harus tahu bahwa kebaikan itu mungkin untuk dicapai, meskipun ada kesulitan atau rintangan yang menghambatnya.
Hal ini menandakan begitu vitalnya pengharapan itu bagi manusia. Karena bukan saja manusia ingin mencapai sesuatu yang baik bagi dirinya dan lingkungannya, tetapi Tuhan yang menghendaki supaya ia bertumbuh menjadi yang terbaik. Bagi Tuhan yang terbaik untuk seorang manusia ciptaanNya ialah supaya ia selamat dan masuk surga.