Tak lama berselang, Quraish datang. “Jadi kau selama ini tak sekolah?” Quraish gelagapan. Bukan karena ia bolos, tapi kaget mendengar teguran tak berdasar dari Aba. “Sekolah,” jawab Quraish yang saat itu duduk di kelas 6 SD. “Tapi kenapa kau dilihat haji Lancang selalu ada di warung kopi?”
Cuplikan dari buku "CAHAYA, CINTA, DAN CANDA M. QURAISH SHIHAB". Kisah-kisah inspiratif perjalanan hidup sang Mufassir & Cendekiawan Muslim.