2021 merupakan perjalanan terberat yang sedang saya lalui saat ini. Disaat semuanya telah di set up di awal tahun, semua perjalanan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Namun, tak hanya itu, perasaan khawatir / panic attack yang terus menghantui pergerakan saya ditahun sebelumnya masih belum hilang.
Saat ini memang saya sedang hidup dengan hal yang baru. Memiliki baby yang lucu, belum lagi tekanan di kantor (pandemi), dan yang paling penting janji ke nyonya untuk dia kuliah sesuai dengan apa yang dia mau.
Kegagalan terakhir yang saya alami minggu ini, dinyatakan tidak lolos program ET (Executive Trainee) yang diadakan perusahaan saya bekerja di tahapan akhir.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Tanggal 6 agustus saya dikabari oleh panitia bahwa harus untuk mengikuti tahap interview terakhir dengan HR manager area beserta Region Manager yang telah ditunjuk.
Beberapa bahan untuk interview telah saya siapkan sebelumnya. Singkat cerita, saya interview di hari Selasa, 10 Agus 2021. Pertanyaan yang diajukan banyak mengarah kepada proses inovasi yang telah saya lakukan serta bagaimana melakukan problem solving untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Pertanyaan yang agak membuat saya bingung adalah pertanyaan…. Bersedia ditempatkan dimana saja (di seluruh indonesia) setelah training dilakukan dan selama 2 tahun training juga tidak diperbolehkan pulang ketemu dengan keluarga.
Saat ini, anak saya masih berumur 6 bulan, jadi saya tidak bisa ketemu dengan dia selama 2 tahun plus 2 tahun bersedia ditempatkan. Belum lagi istri saya yang kerjanya shift di rumah sakit jakarta. Sebelum proses rekrutmen ini dilakukan saya telah diskusi dengan nyonya. Namun, entah kenapa disaat sebelum interview dilakukan, istri saya agak sedih ditinggal berdua dengan anak yang masih berusia 6 bulan.
Jadi, saat interview saya jawab bahwa gak masalah bagi kami sekeluarga pisah untuk beberapa tahun asal saya bisa naik jabatan dan saya berkesempatan bekerja dengan tim di site customer tipe A. karna saya merasa bahwa itu adalah win solution untuk kita bersama.
Anwy, pertanyaan krusial lagi adalah menjawab beberapa pertanyaan menggunakan bahasa inggris yang lancar.
Bagaimana reaksi nyonya, saya gak lulus?
Nano2 sih, asam asin….. Lega karna gak perlu pisah - pisah lagi (pacaran pisah 5-6 tahun); merasa lega bisa melihat perkembangan baby yang hari ini giginya udah mulai tumbuh. Bahagia masih bisa keluyuran dijalanan jakarta.
Tapi…..
Gimana next nya?
Kegagalan atau kesuksesan apa yang harus saya lakukan????