Listen

Description

Masyarakat Islam dibangun dari waktu ke waktu selama berabad-abad, baik secara doktrin agama, yang juga mencakup politik, ekonomi maupun kebudayaan. Dalam perjalannya, kemudian peradaban Islam ditengarai dari tempat yang ditinggali oleh umat Islam, yang membedakan dengan kebudayaan lain. Peradaban Turki Utsmani, misalnya, sebagai imperium Islam terakhir, yang berbeda dengan nilai yang dianut kerajaan-kerajaan Kristen Eropa, Hindu di India dan Bhuda di China.

Pasca konflik yang terjadi selama berabad-abad, ada semacam kesadaran dari dunia internasional pasca Perang Dunia II. Di saat yang sama, kerajaan-kerajaan Islam yang sebelumnya banyak bernaung di bawah Turki Utsmani galau karena kemudian dibubarkan oleh Kemal Pasha Attaturk.  

Lalu banyak orang bertanya-tanya: semenjak bubarnya Turki Utsmani, apa dan siapa yang akan menggantikannya? Bagaimana dengan sikap ulama Indonesia? Kenapa justru memilih  - bersama kelompok lain - mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasarnya Pancasila. Lalu siapkah NU berperan lebih banyak di pentas global? Peran seperti apa yang akan dimainkan?  

Dalam pidato ini, banyak cermin dari visi KH Yahya Cholil Tsaquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU. Di Indonesia, NU memberi pelayanan keagamaan dan sosial, sekaligus perekat. Sedangkan di pentas global membawa visi perdamaian. Menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin.  

[Ulasan Admin, ANKF]  

_________

Simposium Peradaban Nahdlatul Ulama  Keynote Speech: Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) "NU di Tengah Peradaban Global Multi Polar"  Sabtu, 05 Maret 2022 di Kraton Kerajaan Sumenep, Madura.  

_________

NU Online - Media Resmi Nahdlatul Ulama 

Super App | Website | Tiktok | Helo | Twitter | Youtube | Instagram | Facebook | Spotify 

Follow Us: https://linktr.ee/NUOnline #nuonline #nahdlatululama #gusyahya #sejarah #peradaban #Islam