Mengasihi dan mengakui iman kita kepada Allah yang sudah mengasihi kita, tidak dapat dilepaskan. Keduanya terkait erat. Jika kita mengaku dengan mulut kita pengakuan iman yang berasal dari hati, maka kita sudah memilih untuk menjadikan kasih sebagai alasan utama kita hidup dan mengisi kehidupan ini. Tanpa kasih, tidak akan pernah ada kebahagiaan, keselamatan dan kesejahteraan.