Ada perkataan yang mengatakan bahwa hidup adalah suatu perjalanan yang panjang atau pendek, jalan apa yang akan kita tempuh? Jalan yang kita pilih tentu akan menghantar kita kepada tujuan yang ditempuh. Orang baik dan benar tentu harus berjalan didalam jalan kebenaran untuk sampai kepada tujuan akhirnya yakni kehidupan yang kekal, sementara orang fasik dan jahat tidak akan mungkin sampai kepada kehidupan yang kekal karena jalan yang ditempuhnya telah salah dan sesat. Dalam suatu perjalanan bahwa tidak selalu perjalanan itu berjalan dengan lancar dan kita mencapai hasil yang maksimal. Demikian halnya dengan perjalanan hidup kita, tidak semua berjalan mulus tanpa kerikil tajam dan tikungan atau mendaki. Kadang kegagalan yang kita jumpai dalam perjalanan hidup ini. Mungkin itu kegagalan itu terjadi dibidang usaha atau pekerjaan, keluarga, studi, pelayanan, relasi atau kesehatan kita. Renungan hari ini tentang “berjalan dalam nama Tuhan”, dimana berjalan dalam nama Tuhan bukan berarti tanpa tantangan dan godaan, karena dalam perjalan hidup yang kita tempuh itu, kita akan selalu diperhadapkan pada orang-orang yang menyembah ilah-ilah lain yang hidupnya mungkin kelihatan lebih makmur, lebih berhasil, lebih bahagia dan lain sebagainya, sehingga bisa saja kita tergoda untuk meninggalkan Tuhan. Untuk itu marilah kita teguh berjalan dalam nama Tuhan meskipun banyak tantangan karena pada akhirnya nanti Tuhanlah yang memerintah dunia ini dan mendatangkan damai sejahtera dan berkat yang sesungguhnya bagi kita.