Amsal dengan tepat mengamati makna perkataan yang sangat penting. Kata-kata bisa keluar hanya melalui mulut dan lidah kita. Lidah sangat lentur, karena tidak bertulang, mempunyai fungsi tidak hanya sebagai indra pencecap tetapi juga pembentuk kata-kata. Lidah dusta hanya untuk sekejap mata. Ada syair lagu yang mengatakan, “Jangan ada dusta di antara kita. Dusta menyembunyikan perbuatan dan tingkah laku yang tidak jujur dan tidak benar. Misalnya mencuri, selingkuh, manipulasi, tidak bertanggung jawab, dan sebagainya. Itulah yang dijelaskan oleh Amsal, bahwa kita diminta untuk tidak sembarang mengeluarkan kata-kata dari mulut kita. Orang yang menggunakan lidah dan bibir dengan baik, yaitu mengeluarkan kata-kata yang mengandung kebenaran, akan tetap untuk selama-lamanya. Artinya, perkataan orang itu akan dipegang orang lain menjadi suatu kepercayaan. Perkataan itu mempunyai otoritas atau kuasa untuk dituruti orang lain. Tak seorang pun meragukan kata-kata yang mengandung kebenaran. Orang yang bibirnya mengatakan kebenaran pasti akan dibuktikan dalam kenyataan yang benar pula. Perkataan dan realitas mengandung kebenaran, artinya memang benar dan apa adanya. Jika demikian, apa yang dikatakan oleh orang itu akan dipercaya.