Dalam Yohanes 6 ayat 26, Yesus berkata, "...sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang." Pernyataan Yesus ini menjadi suatu peringatan atau teguran keras bagi kita. Jangan sampai kita mencari Dia karena suatu tendensi atau motivasi yang salah, bukan karena kita ingin mengenal Pribadi Tuhan Yesus lebih dalam, tapi hanya ingin kebutuhan jasmani/materi kita terpenuhi. Paulus beranggapan bahwa: "... pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya." (Filp 3:8).
Apa motivasi yang mendorong kita bertekun mencari dan melayani Tuhan? Sudahkah kita mengalami pertobatan dan mengasihi Tuhan? Ataukah, kita menjadikan Yesus sebagai ‘ban serap’ saja atau alternatif terakhir setelah semua jalan keluar serasa tertutup?
Kita percaya dan menyaksikan, bahwa Yesus sanggup menolong dan menyediakan apa yang kita perlukan, dan juga memulihkan seburuk apa pun keadaan kita. Namun, semua itu tidak menjadi dasar utama kita mencariNya. Tujuan kita mencari Tuhan untuk mengenal, bersama dan menikmati kasih-Nya. Milikilah hati yang murni dan tulus dalam mencari Tuhan. Karena, mengasihi, mendekat dan melayani Tuhan itulah semangat, motivasi yang baik dan indah.