Uang memang punya pengaruh yang luar biasa sehingga orang berlomba-lomba menjadi orang yang ‘beruang’. Karena itu kita perlu lebih bijak dalam menggunakan uang. Yesus mengingatkan waspadalah terhadap segala ketamakan. Tamak yang artinya mengingini lebih dari apa yang sudah dimiliki, dapat membawa manusia melakukan hal-hal yang jahat. Karena itu fokus kita bukanlah kepada uang tetapi Tuhan yang memberikan berkat. Tentang ketamakan ini, Yesus membuat suatu perumpamaan tentang seorang yang sangat kaya, hartanya melimpah sehingga lumbung yang tidak cukup lagi untuk menyimpan kekayaannya. Namun Yesus beranggapan bahwa orang kaya ini sangat bodoh, karena manusia tidak dapat bergantung pada kekayaannya. Allah lah sang pemberi berkat dan kehidupan. Karena itu fokus kita yang utama bukanlah mengejar kekayan jasmani yang sementara tetapi kepada Allah. Fokus kita juga bukan kepada kesuksesan, ketenaran, kehormatan dan jabatan. Tetapi mengejar apa yang berkenan kepada Allah. Jika kita bekerja, bekerjalah untuk Tuhan, jika kita melayani, layanilah Tuhan sebagai ucapan syukur kita kepada Allah, dan bukan untuk menyenangkan manusia. Kita percaya bahwa allah itu adalah Maha kuasa, Dia sanggup memberikan apapun. Umur panjang di tangan kanannya, kekayaan dan kehormatan di tangan kirinya (Amsal 3:16).