Kita sering dininabobokan dengan firman-firman Tuhan yang mengenakkan telinga. Firman-firman yang mengambil teori kemakmuran sehingga membuat orang terbuai dengan kenikmatan hidup. Terlebih lagi diperlihatkan oleh yang menyampaikannya dengan gaya hidup yang tidak bertanggungjawab yang terus-menerus berbicara tentang uang, uang dan uang. Memang hidup itu butuh uang, tetapi uang bukan dipakai untuk menjerumuskan orang-orang yang sedang melatih imannya agar fokus pada kenikmatan dan kemakmuran belaka.