karya Weslly Johannes
Sesuatu harus kurelakan pergi
Tak ada yang mesti kunanti lagi,
sebab ada yang tak selalu dua sisi
Lepas
Terbang
Hilang
Titik-titik kehilangan temu
Jalan-jalan kehilangan kaki
Mata-mata kehilangan hati
Aku?
Andai masih bisa kuraba
kekosongan di belakang tanda tanya
yang lebih mirip sebelah hati itu
Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas
Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi
yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari
Sesak sendat separuh hatiku berlari
di antara langkah kaki anak-anak kecil
yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini
Ladang cium tergusur bandara,
dan bibirku menjadi seumpama benih-benih
yang kehilangan tanah basah di bibirmu
Pendapat kehidupan tentang kehilanganku
terpampang di belakang sandaran kursi pesawat
yang membawamu terbang:
"Kami tidak bertanggung jawab
atas kehilangan dan kerusakan
barang-barang bawaan Anda."
Kuraba dadaku:
sesuatu hilang, sesuatu retak,
sesuatu harus kurelakan
Lepas (dari angan)
Terbang (dari tangan)
Hilang (dalam bayangan)
Separuhku luruh,
tetapi hidup masih di sini.
Ada yang harus kurawat
dan kucintai, supaya kembali utuh.