Jika agama adalah akal
–dan kita sepakat–
“lā dīna liman lā aqla lahū”
–al-Hadith–
tidak juga kita berselisih,
bahwa cinta adalah setengah akal
“wa al-Tawaddudu Nisfu al-ʻAqli”
–al-Hadith–
Maka,
– mestinya kesimpulan kita sama –
tanpa cinta,
kita kehilangan setengah agama