“Inna al-Akhu al-Ṣāliḥ khairun laka min nafsika
Li anna al-nafsa amāratun bi al-sūʼi
Wa al-Akhu al-Ṣāliḥ lāyaʼmuruka illā bi al-Khair”
-Raghib al-Isfahāni-
Sesungguhnya teman yang shaleh itu lebih baik dari dirimu
Sebab diri itu cendrung kepada keburukan
Sedangkan teman shaleh tidak pernah mengajakmu kecuali kepada kebaikan
Jadi..
Agar kuat melawan keburukan dirimu
Engkau memerlukan pasukan untuk menguatkan perlawananmu
Raghib al-Isfahāni benar dengan pesanya
Sebab Rasulullah telah memastikanya
“Al-Marʼu ʻAlā Dīni Khalīlihi
Falyanḍur Umruʼun Man Yukhāliluhu”
Keyakinan seseorang itu
sesuai dengan keyakinan teman dekatnya
Karena itu hendaknya seseorang memperhatikan
siapa yang hendak dijadikan teman dekatnya