Aku melakukan banyak hal-hal bodoh sepanjang waktu. Sampai aku sadar. Bahwa aku sudah mengacaukan banyak hal dalam diriku dan hidupku. Aku pikir, hidup dengan seseorang yang pernah kucintai itu berarti. Tapi hari ini aku sadar. semua orang itu numpang lewat.
Datang dan pergi. dengan durasinya yang bervariasi. Semua punya kenangan. tapi entah kenapa ada seseorang yang benar-benar bikin aku pingin menghentikan waktu dan hidup dengannya dalam keabadian. Entah kapan aku sadar. kalau itu menghancurkan sebagian hidup dan diriku.
Aku hampir gak bisa menerima seseorang yang mencoba membangun hubungan denganku. Aku lelah dengan kenangan yang akan menyiksa nanti. dan aku gak bisa melepas kenanganku dulu. Sebagian diriku hidup di masa lalu, seperti mengutuk diriku sendiri untuk hidup di masa lalu. Keabadian kenangan itu membuatku lupa karena terlalu indah.
Sebagian diriku juga takut akan masa laluku. dan lainnya takut dengan hal-hal yang belum tentu terjadi. Susah buat aku, untuk menerima orang baru. Karena selalu membandingkan dan takut. Membandingkan yang datang dengan yang sudah pergi. dan aku takut kalau dia tidak bisa memberikan hal yang setidaknya sama seperti apa yang sudah aku lalui.
Aku selalu menjadikan itu sebagai standar bahwa aku harus bisa setidaknya menemukan orang yang sama. Ngerti kalau itu gak baik, tapi aku terus melakukannya. entah sadar atau enggak.
Even that someone accepted me, dan aku gak bisa. Karena sebagian diriku sangat terikat dengan masa lalu. Bahkan ketika dia berusaha sangat keras. Aku tetap belum bisa. aku ngerasa gak nyaman karena dia diluar ekspektasiku yang ada di masa lalu. Entah. bagiku masa lalu itu sangat menyenangkan. Lelah. untuk membangun hubungan baru. karena aku rasa yang lalu masih sangat berarti.
Sampai suatu hari, aku sadar bahwa diriku sudah tertinggal jauh dengan orang-orang yang ada disekitarku. Harapan yang begitu indah memperparah hancurnya hati dan aku belum mendapatkan seseorang untuk hidup bersama.
Susah banget. karena aku udah terpaku sama harapan dan masa laluku.
Melepasnya seperti tidak mudah, tapi kalau gak aku lepas. aku gak bisa ke mana-mana. Susah emang. karena aku belum benar-benar merasa bahwa aku siap. Lelah, takut, semua hal jadi satu. Berat untuk melangkah ke depan secara jiwa.
Fisikku emang berada di depan/tapi ingatan/kenangan dan jiwaku masih ada dibelakang sana.
Ada seorang yang bilang. Aku harusnya tidak pernah membandingkan yang lalu dan sekarang atau yang akan datang karena semua hal itu unik. Hidup di masa lalu tidak akan membuatku senang atau bahagia. Dia pernah berkata, “ Bahwa hidup itu soal melangkah kedepan/bukan hanya duduk terdiam menikmati masa lalu,” Tapi aku masih mencoba untuk melangkah dan berat.
Sebagian masa laluku masih sangat berarti untukku. yang sudah jelas aku hidup untuk hari ini dan kedepannya. Dia juga berkata, “Semua yang sudah berlalu ya sudah. dan sekarang waktunya buat kamu untuk maju. Kamu terlalu nyaman dengan sebagian masa lalumu. sampai melupakan bahwa hidup itu harus terus maju,”.
Salam dari sekitaranmu.