“Suaramu tertinggal di gagang
di sudut dapur
di birai katil
merangkak mendapatkan aku” - Suara (2), Faisal Mat Zawi
Suara siapakah selalu mencuri tidur malammu, atau, masih adakah suara-suara mengganggumu lagi? Saat tak tersisa lagi suara, masih tetap ada suaramu sendiri, tersekat di kerongkong, tersepit di celahan gigi. Mengadun kemahirannya dalam melafazkan dialog, SaifulWazien memilih untuk membunuh sunyi dan mengungkapkan rindunya terhadap kita via pesanan suara di gagang telefon.