Bekarang, jika ditinjau dari segi arti yaitu berarti menangkap, maksudnya adalah menangkap ikan. Saat Bekarang seluruh masyarakat tumpah ruah di sungai untuk menangkap ikan. Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang.
Tradisi adat istiadat masyarakat Lubay, yang sudah berumur puluhan bahkan mungkin ratusan tahun ini berlaku di semua desa yang ada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubay, Kabupaten Muara Enim. Tradisi Bekarang, setiap desa memiliki area sungai tertentu, dimana ikan-ikannya yang hidup di sungai tersebut tidak boleh ditangkap oleh siapapun, kecuali untuk acara-acara khusus, seperti pesta pernikahan, dan biasanya dilaksanakan pada saat sungai airnya dangkal.
Sebagai produk tradisi dan budaya, tujuan dari Bekarang ikan sebenarnya lebih kepada penanaman nilai-nilai luhur dan pembelajaran kepada masyarakat.