Makna Merdeka yang Sebenarnya
Oleh. Sri Retno Ningrum
(Kontributor NarasiPost.Com)
Voice over talent: Mimi Muthmainnah
NarasiPost.Com- Setiap tanggal 17 Agustus negara ini memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk memeriahkan hari kemerdekaan tersebut, mulai dari menggelar upacara bendera, lomba-lomba untuk anak-anak dan dewasa, jalan santai dan masih banyak lagi. Semangat kemerdekaan selalu dikobar-kobarkan pada saat momentum 17 Agustus. Tak ketinggalan pula, bendera merah putih banyak dipajang di pinggir jalan.
Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, tentu nikmat kemerdekaan yang diberikan Allah Swt. patut untuk kita syukuri. Selain itu, dengan memperingati hari kemerdekaan RI kita kembali mengenang perjuangan para pahlawan yang pantang menyerah dalam berjuang meraih kemerdekaan. Akan tetapi, di sisi lain kita patut bertanya, apa benar negara ini sudah merdeka?
Apabila kita amati keadaan negara ini secara fisik memang sudah merdeka. Penjajah sudah tidak ada di bumi pertiwi ini. Namun, diakui atau tidak negara ini masih terjajah secara nonfisik yakni dari segi pemikiran dan kebijakan yang diambilnya dipengaruhi oleh Barat (kafir penjajah). Akibatnya, lahirlah kebijakan-kebijakan yang menguntungkan bagi Barat (kafir penjajah), salah satunya adalah adanya privatisasi. Kekayaan alam yang seharusnya dikelola oleh negara malah diserahkan pada asing. Hasilnya, rakyat harus membeli kebutuhan hidup dengan harga yang mahal, seperti: gas, listrik, air, sembako, dan BBM. Belum lagi, sebagian UU yang disahkan oleh DPR disetir oleh para kapitalis atau pemilik modal, seperti: UU minerba, UU penanaman modal, dan UU Omnibuslaw sehingga menguntungkan mereka namun merugikan rakyat. Rakyat pun dihadapkan pada pungutan liar, yakni pajak, sehingga menambah penderitaan pada rakyat. Lebih dari itu, akibat pemikiran liberal yang diusung negara ini menjadikan para generasi kehilangan akhlak yang baik dan rusaknya mental mereka. Generasi terjerumus oleh sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan) yang menjadi asas dari kapitalisme. Seperti yang kita ketahui bahwa generasi sekarang ini mengalami dekandensi moral. Akibatnya, muncullah berbagai permasalahan remaja, seperti: free sex, tawuran, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, penyimpangan seksual dan sebagainya. Sehingga dari fenomena di atas dapat disimpulkan negara ini mengalami kemerdekaan yang semu belaka.
Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/08/26/makna-merdeka-yang-sebenarnya/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost