Permata yang Terbuang
Oleh: Solehah Suwandi
Voice Over Talent: Titis U
NarasiPost.Com-Memasuki musim kemarau, udara saat malam terasa lebih dingin nan menusuk. Meski begitu, Mamat salah satu warga Kabupaten Natar-Lampung harus tetap keluar rumah mencari ikan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Bersama temannya Dadang, mereka keluar sebakda magrib dengan peralatan penangkap ikan, termasuk senter andalan di kepala.
“Ayo Dang, tadi siang saya sempat ke lokasi, dan tenggakannya banyak Dang, menandakan banyak ikannya. Semoga tangkapan kita kali ini banyak dan besar-besar,” seru Mamat antusias, begitu menjumpai Dadang di luar rumahnya.
Memang bukan hal aneh jika mereka berkeliaran di luar rumah saat malam hari. Sebab orang di kampung sudah tahu profesi mereka berdua.
Udara malam ini terasa lebih dingin dari hari biasanya. Dadang merapatkan jaket lusuhnya begitu kaki mereka sudah menapaki pinggiran jalan raya Trans Sumatera di mana ada sungai di bawah jalan ini. Ia mengikuti ke mana Mamat melangkah, hingga akhirnya menuruni anak tangga buatan Mamat tadi siang. Dialah yang membuat secara mendadak supaya memudahkan malam harinya untuk turun.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/10/27/permata-yang-terbuang/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost