Riak Asa (part 1)
Oleh: Afiyah Rasyad
(Kontributor Tetap NarasiPost.com)
Voice Over Talent: Fani R
NarasiPost.Com-“Cepetan, Ci. Bawa sini tangnya! Aku aja yang motong.” Suara Sam pelan, namun penuh tekanan.
Dengan segenap kepatuhan, Cici menyerahkan tang dan gunting. Dalam hitungan detik, pagar kawat berduri itu telah memiliki lubang besar di bagian bawahnya. Layaknya komandan, Sam cekatan tiarap melewati lubang pagar. Gerilyanya begitu apik, tak ada suara grusak-grusuk.
“Ayo, segera keluar! Ade, Zahro belakangan. Perhatikan keadaan, khawatir Pak Wafa datang.” Sam mengomando dengan begitu fasih.
Tinggal tiga orang lagi temannya yang masih di dalam pagar berkawat itu. Sam selalu awas, tetapi tetap tenang. Dia membantu teman-temannya yang kesulitan tiarap melewati pagar. Tangannya lincah mengangkat pagar tatkala body tak cukup untuk melewatinya.
“Sial, siswa putra lihat kita. Ayo Lif, segera!” Ade mulai panik.
“Aku takut,” jawab Kholif dan Muhai serentak.
“Ayo, De! Kau segera keluar, teman-teman lain segera ke arah pasar langsung ke masjid Baitussalam. Kita cegat Colt di sana. Sebentar lagi aku dan Ade nyusul.” Sam mulai memberi aba-aba.
Cici memimpin pasukan menuju masjid. Rute pasar Tanjung jadi pilihan untuk menghindari pengawasan dewan guru. Langkah mereka tenang, tak menimbulkan rasa curiga dalam benak masyarakat yang berpapasan dengan mereka. Sam dan Cici telah merancang perjalanan seolah mereka sedang penjelajahan ala anak Pramuka. Mereka berjalan berbaris.
Naskah Selengkapnya: https://narasipost.com/2021/09/26/riak-asa-part-1/
Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,
Follow us on:
instagram: http://instagram.com/narasipost
Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9
Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/
Twitter: Http://twitter.com/narasipost