Listen

Description

Sepercik Asa dan Doa

Oleh. Afiyah Rasyad

(Kontributor Tetap NarasiPost.com)

Voice over talent: Anita Yulianti

NarasiPost.Com-Mundur, mundur, mundur! Segera mundur!” seru salah seorang korlap di depan gedung anggota dewan itu.

Dengan satu komando, ratusan pasang kaki mundur, menepi di bawah ketapang yang agak jauh dari pagar betis aparat. Tanda tanya menyergap mereka, “Kenapa mesti mundur?” Guyuran keringat membasahi tubuh mereka, bahkan terlihat di bagian punggung. Jas almamater mereka pun bersimbah keringat. Kemunduran mereka bukan karena takut pada jejeran aparat dengan senjata lengkap, tapi mereka taat pada komando yang diserukan sang koordinator pelaksana.

Aroma pembelotan isu mulai tercium kuat. Negosiasi alot antara utusan peserta aksi damai dengan pihak pejabat tetap berlangsung. Sorotan kamera mulai mengarah pada satu titik kerumunan massa aksi tersebut. Di sana, tampak seorang yang tak asing tengah dikeroyok dan diamuk massa. Suasana berubah mencekam tersebab adanya tunggangan aksi pengeroyokan itu.

Usut punya usut, orang yang dikeroyok adalah orang yang sering disebut boneka penguasa. Kericuhan tak dapat dihindari, hingga babak belur dan lebam menyapa tiap pori-pori wajahnya. Seakan tiada sesal, dia terus meracau dengan ancaman saat dievakuasi oleh aparat. Sementara tuntutan aksi itu tertelan kericuhan dan lenyap begitu saja. Kekecewaan mahasiswa yang punya niat lurus semakin membara.

Naskah selengkapnya: https://narasipost.com/2022/04/18/sepercik-asa-dan-doa/

Terimakasih buat kalian yang sudah mendengarkan podcast ini,

Follow us on:

instagram: http://instagram.com/narasipost

Facebook: https://www.facebook.com/narasi.post.9

Fanpage: Https://www.facebook.com/pg/narasipostmedia/posts/

Twitter: Http://twitter.com/narasipost