Di tengah sunyinya malam ia bergegas, lalu berdiri ditengah kesunyian dengan penuh harap, menggoreskan gincu di bibir melukis indah simetris kedua alisnya, ia siap menebar hasrat kemudian merakit birahi dan menelan banyak cumbuan, berdiri menahan pedih demi dapat berlari dari pahit
-AbuAbu