Selamat datang di podcast seseorang yang ingin belajar memahami persimpangan rasa yang telah dan akan dihadapi dalam hidup.
Episode kali ini akan membahas mimpi yang sepertinya tampak mustahil. Lupa untuk membahas dalam rekaman kali ini bahwa tulisan pada cover ingin menunjukkan kesesuaian dengan film "Impossible," walau misinya sangat sulit, Ethan Hunt dapat melaluinya. Hunt juga tidak dapat bekerja sendiri. Intermezzo, nama anak nanti di masa depan ingin memakai salah satu karakter yang diperankan Rebecca Ferguson, Fraust:)
Lalu, lupa juga untuk ucap terima kasih buat Tasya dan Rania, dua orang yang juga berjasa dalam membantu menguasai bahasa Inggris.s
Kemudian, bahas sedikit tentang abstraksi yang diajukan ke dosen. Abstraksi ini datang dari keresahan akibat beribadah di rumah. Problem beragama juga dirasakan oleh satu kelompok saya yang berasal dari UGM dan University of Freiburg. Salah satu yang menarik adalah, baik di Indonesia maupun Jerman, kepercayaan terhadap institusi gereja semakin berkurang dengan pemuda yang beralih ke tempat ibadah lain, atau bahkan sampai agnostik. Secara tidak langsung, sesuai dengan perkataan Mahatma Gandhi.
Ooh iya, sedikit perbaikan ya teman-teman untuk bahasa Jerman yang sudah disebut dalam rekaman hehe:
- Ich habe mich in dich verliebt
- Ich bin mude, bukan ich habe mude. Bisa juga menggunakan ich bin fix und fertig
Tambahan:
- Und merupakan bahasa Jerman dari kata “dan.”
Semoga bermanfaat:)))