Listen

Description

Istilah toxic person biasanya digunakan untuk menggambarkan orang yang egois, kurang empati, suka mengkritik, selalu cari perhatian, atau manipulatif. Mereka orang-orang yang selalu menyulitkan hidup orang lain, dan berurusan dengan mereka akan sangat menyerap energi.

Toxic person ini selalu ada di sekeliling kita, atau bahkan jangan-jangan diri kita sendiri.

Alkitab mencatat kisah perjumpaan Yesus dengan seorang buta. Injil Matius dan Lukas tidak menyebut nama orang buta ini, sementara Markus menulis bahwa nama orang buta ini adalah Bartimeus.

Matius 20:29-31

20:29 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

20:30 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"

20:31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"

Di mata orang banyak yang mengikuti Yesus, Bartimeus adalah sosok yang toxic dan mengganggu. Namun kita dapat melihat bagaimana respon Yesus terhadap Bartimeus:

  1. Tuhan Yesus MENDENGARKAN Bartimeus
  2. Tuhan Yesus BERHENTI untuk Bartimeus
  3. Tuhan Yesus BERTANYA pada Bartimeus
  4. Tuhan Yesus MENYEMBUHKAN Bartimeus

Seperti Yesus, kita perlu belajar untuk melihat orang-orang yang toxic sebagai pribadi yang berharga. Kita tidak pernah tahu jika suatu hari nanti orang-orang inilah yang akan menjadi penolong untuk kita.

Mengasihi toxic person tentunya tidak mudah, namun selama kita tinggal di bawah aliran kasih karunia Tuhan, maka kasih karunia yang melimpah itu akan memampukan kita untuk bisa mengasihi orang-orang yang sulit tersebut.