Gembala Menyapa
27 April 2022
Daniel 10:2-19
Sebelum pandemi Covid-19, ketika mendengar “jaga jarak” maka yang terbersit dalam benak kita adalah tulisan di belakang kendaraan besar seperti truck, container dan tangki. Jaga jarak antar kendaraan sangat dibutuhkan, supaya kalau kendaraan direm mendadak tidak terjadi kecelakaan beruntun. Setelah pandemi Covid-19, istilah jaga jarak langsung dikaitkan dengan jaga jarak antar manusia. Satu sampai dua meter, jangan berkerumun, harus antri dan memakai masker. Jaga jarak terhadap persoalan, pergumulan, dukacita dan kehilangan juga merupakan hal yang sangat penting, supaya kita dapat memandang persoalan dan pergumulan hidup secara obyektif. Jika kita tidak menjaga jarak, kita akan terus menerus menghadapi persoalan, pergumulan, dukacita dan kehilangan itu secara emosional sehingga kita tidak bisa keluar, tidak bisa berpikir, dan tidak bisa menemukan sesuatu dari dalamnya.