GEMBALA MENYAPA
Minggu, 19 Maret 2023
BERBAHAGIALAH ORANG YANG DIANIAYA OLEH SEBAB KEBENARAN
Bacaan: Mateus 5:10
“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerjaaan Sorga”
Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.
Aniaya dapat menyebabkan orang yang tertimpa merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidak mengenakkan seperti misalnya mangalami sakit, menderita lahir batin, hidupnya tidak nyaman, kehilangan kebe-basan dan lain sebagainya.
Aniaya dapat terjadi karena sebab-sebab internal, karena akibat dari kesalahan orang itu sendiri, karena sikap, kata-kata, dan perbuatan yang dilakukannya sendiri dan lain-lainnya sehingga orang lain menganiayanya.
Namun aniaya juga dapat terjadi karena sebab-sebab external, yaitu aniaya yang terjadi karena tindakan dari luar, dari orang dan pihak lain. Kadangkala aniaya yang dari luar tersebut terjadi tanpa diketahui dengan jelas sebab-sebabnya, menimpa dengan tiba-tiba, yang sebelumnya semua baik-baik dan aman-aman saja. Kalau hal yang seperti itu yang terjadi, dalam ajaran Jawa disebut dengan pepatah: “kesandunging rata, kebentusing tawang” (Ind. “Tersandung ketika berjalan di jalan yang rata, Terantuk dahinya oleh langit yang tinggi”). Ajaran tersebut mengingatkan bahwa penderitaan dapat terjadi dan menimpa, sekalipun menurut akal sehat dan perhitungan hal itu sepertinya tidak mungkin terjadi. Hal itu digambarkan seperti jalan rata yang mebuat orang tersandung dan sepetti langit tinggi yang membuat orang terantuk/kejegluk.
Ayat bacaan kita Mateus 5: 10 berisi ajaran Tuhan Yesus kepada para muridNya tentang berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran. Ada dua arti tentang “dianiaya oleh sebab kebenaran” yang perlu kita pahamim yaitu:
Yang Pertama
“Dianiaya oleh sebab kebenaran”, hal itu dapat diartikan sebagai penderitaan karena imannya kepada Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus adalah kebenararan (Yohanes 8:12, 14:6). Kalau orang sampai dianiaya kerena imannya kepada Tuhan Yesus berari bahwa orang itu mempunyai kemantapan dan keteguhan iman (Mateus 24:13).
Dengan kemantapan dan keteguhan imannya sekalipun harus mengalami aniaya. mereka itu disebut sebagai orang yang empunya Kerajaan Sorga. Maksudnya yaitu menjadi pewaris Kerajaan Sorga, dalam arti memperoleh keselamatan kekal bersama Bapa surgawi. Oleh sebab itu mereka disebut “berbahagia”
Yang Kedua,
“Dianiaya oleh sebab kebenaran”, dapat diartikan sebagai penderitaan karena orang melakukan hal yang benar, baik, terpuji dengan dasar kasih seperti diperintahkan Tuhan.
Orang beriman yang hidup dan melakukan perbuatan baik itu dalam Yakobus 2:17 disebutkan sebagai yang mempunyai iman yang hidup, bukan iman yang mati. Dan mereka yang demikian itu disebut yang empunya Kerajaan Sorga, yaitu Kerajaan di mana Tuhan Allah yang menjadi rajanya, di mana kehidupan kekal tersedia bagi mereka bersama Bapa sorgawi. Dan mereka yang demikian itu yang akan disebut “berbahagia”.
Sabda dalam Mateus 5: 10 tersebut ternyata memperolah penegasan dan penekanan lagi dalam Mateus 5: 11, yang juga disabdakan oleh Tuhan Yesus sabdaNya :”Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat”.
Dengan sabda yang kita renungkan saat ini, kiranya iman kita kepada Tuhan Yesus Sang Kebenaran tidak pudar, juga iman kita yang disertai ketaatan akan kebenaran Firman Tuhan dengan selalu melakukan perbuatan baik tetap mewarnai hidup kita walaupun aniaya mendera dan menimpa hidup kita. Agar dengan demikian kita tetap menjadi umat yang empunya Kerajaan Sorga.
Tuhan beserta dan memberkati kita se jemaat. Amin.
[PR]