Listen

Description

GEMBALA MENYAPA

Minggu, 19 Februari 2023

BERBAHAGIALAH ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN

Bacaan: Mateus 5:6 

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebe-naran, karena mereka akan dipuaskan”

Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.

Semua orang pasti pernah mengalami lapar dan haus. Dan kalau hal itu terjadi, pada umumnya orang akan segera mencari makanan dan minuman yang diperlukan dan diinginkan. Dengan makanan dan minuman tersebut tujuannya yaitu agar kesehatan, kekuatan dan kebugaran dirinya tetap terjaga, jauh dari ancaman berbagai macam sakit penyakit dan kesehatan serta kebu-garan diri dan tubuh betul-betul terjaga dengan prima. Tentu saja memilih makanan dan minuman dan menerimanya harus dilakukan dengan bijaksana, yaitu makanan dan minuman yang perlu, bermanfaat, secukupnya dan yang tidak membahayakan serta berdampak negatif untuk kesehatan.  

Siapa yang mengabaikan dan tidak memanej (mengatur/mengelola) kebutuhan makan dan minumnya dengan jitu, dapat dikatakan bahwa orang itu tidak dan kurang peduli terhadap dirinya, dan orang itu dapat disebut sebagai orang menyiksa diri sendiri.

Sabda Tuhan yang kita renungkan untuk Gembala Menyapa hari ini yaitu Mateus 5: 6 adalah bagian ajaran Tuhan Yesus dalam Khotbah di bukit, yang bunyinya “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” 

Dengan sabda tersebut, Tuhan Yesus mengajarkan kepada para muridNya dan para pendengar ajaranNya yaitu tentang:

(1) Kebenaran

Yang disebut dengan “kebenaran” dapat diartikan sebagai sikap, per-buatan, perilaku dan perkataan yang benar, baik dan beretika  yang dilaku-kan seseorang kepada sesama, terlebih yang dilakukan kepada Tuhan seperti kehendakNya dalam perintah dan hukumNya. 

Di samping itu “kebenaran” juga dapat diartikan dan ditafsirkan sebagai hasil tindakan Tuhan Allah yang melakukan pembenaran sehingga terjadi kebenaran tersebut. Jelasnya yaitu bahwa bagi manusia berdosa, karena penyesalan dan pertobatannya di hadapan Tuhan maka orang itu akan dibenarkan, menerima pembenaran Tuhan dan hidup  dalam kebenaran Tuhan.

(2) Kebenaran harus diusahakan dengan sungguh-sungguh

Bahwa kebenaran tersebut, khususnya kebenaran dalam arti dibenarkan, memperoleh pembenaran Tuhan Allah, itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam ayat bacaan kita hal itu diistilah dengan kata-kata “lapar” dan “haus” akan kebenaran. Seperti yang telah kita renungkan di atas bahwa kalau orang itu lapar dan haus, orang itu pasti berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan makanan dan minuman yang dibutuhkan. Sungguh-sungguh bertobat dan menyesali dosa, membuang dan meninggalkan dosa dan kedurhakaannya agar pem-benaran, dibenarkan oleh Tuhan dan orang hidup dalam kebenaran Tuhan itu terjadi dan terwujud. 

(3) Berbahagia dan dipuaskan itulah anugerahNya

Bagi orang yang lapar dan haus akan kebenaran tersebut tidak akan ditegakan oleh Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa mereka itu ada-lah orang yang “berbahagia”, jauh dari nestapa dan kesengsaraan. Juga disebutkan bahwa mereka itu akan “dipuaskan”, mereka tidak hanya mem-peroleh apa yang diinginkan secukupnya tetapi lebih dari cukup, melim-pah dan memuaskan. 

Istilah “berbahagia” dan “dipuaskan” tersebut adalah gambaran dari keselamatan  kekal dan abadi bagi orang yang lapar dan haus akan kebenaran.

Sebagai domba piaraanNya, marilah kita merefleksikan dari dan hidup kita, apakah kita sudah dan selalu bersungguh-sungguh lapar dan haus akan kebenaran tersebut, baik jasmani maupun rohani? Harus! Agar dengan demikian kita “berbahagia” dan “dipuaskan” di dalam Tuhan.

Tuhan beserta dan memberkati kita se jemaat. Amin.

[PR]