Listen

Description

GEMBALA MENYAPA

Minggu, 12 Maret 2023

BERBAHAGIALAH ORANG YANG MEMBAWA DAMAI  KARENA MEREKA AKAN DISEBUT ANAK-ANAK ALLAH

Bacaan: Mateus 5:9

“Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah”

Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.

Ada ajaran atau wewarah para leluhur di masyarakat Jawa bahwa hidup dalam ketenteraman dan kedamaian itu merupakan hal yang penting dan perlu diupayakan. Misalnya  “Sing penting goleka katentreman” (Yang penting carilah ketenteraman/kedamaian), “Aja lali golek katentreman” (Jangan lupa mencari ketenteraman/kedamaian).  

Wewarah atau ajaran tersebut menunjukkan bahwa di dalam masyarakat Jawa sejak lama ketenteraman dan kedamaian hidup itu sudah didambakan dan diinginkan. Kapanpun, di manapun dan dengan siapapun kehidupan  bersama di dunia ini hendaknya dijauhkan dari pertentangan, percekcokan, permusuhan peperangan dan kericuhan. Dalam kehidupan bersama orang harus mengupayakan terciptanya ketenangan, kerukunan, saling menghargai dan menghormati, sikap rendah kati, tidak mencari-cari perkara dan masalah. Hal itu harus terjadi di dalam kehidupan keluarga di antara semua anggota keluarga, di tempat kerja, di masyarakat, di lingkup kehidupan beragama dan sebagainya. Semua itu harus dilakukan dengan dasar kasih (yang dalam masyarakat Jawa diajarkan dengan kata-kata atau ungkapan:  ” tresna asiha ming pepada”)’.

Dalam Mateus 5: 9a disabdakan ajaran Tuhan Yesus :Berbahagialah orang yang membawa damai”

Dengan kata “membawa” dimaksudkan agar para muridNya berusaha agar damai itu terjadi, terwujud dan dapat dirasakan dalam kehidupan bersama. Dengan demikian Tuhan Yesus menghendaki agar umatNya, para muridNya  menjadi kreator, pemrakarsa, pionir, pelopor untuk terwujudnya damai terse-but, jangan sampai menjadi sosok dan pribadi yang  pasif dan bersikap  menunggu untuk terwujudnya damai tersebut. 

Kitab Suci mengajarkan bahwa Tuhan Allah itu sumber damai (seperti yang tertulis antara lain dalam Imamat 26:6, Bilangan 6: 26, Masmur 120: 7a, Yesaya 9:6, Yermia 14:13, Zakharia 9:10, Roma 15:33). Kitab Suci juga mengajarkan bahwa Tuhan Yesus Juru Selamat adalah sosok yang tidak dapat dipisahkan dari kata “damai” tersebut, bahkan Ia disebut sebagai raja damai (seperti yang tertulis antara lain dalam dalam Yesaya 9: 5, Lukas 2:14, Yohanes 14: 27, Kolose 3: 15). 

Oleh karena itulah maka para murid dan umatNya diperintahkan untuk membawa damai dalam arti untuk mewujudkan dan menciptakan terjadinya damai tersebut (Masmur 34:15, 2 Korintus 5:18, 2 Korintus 13:11, 2 Timoteus 2:22, Ibrani 12: 14a, 1 Petrus 3: 11). 

Dan akhirnya kalau diajarkan bahwa “orang yang membawa damai itu” itu berbahagia karena mereka itu akan disebut sebagai adalah anak-anak Allah. Masudnya tidak lain yaitu bahwa mereka itu bahagia karena akan menjadi pewaris Bapa sorgawi,  akan memperoleh keselamatan kekal bersama Bapa disorga untuk selamanya. 

Marilah panggilan untuk menjadi pembawa damai yang telah diajarkan oleh Tuhan Yesus tersebut kita pedomani dan kita wujudkan dengan sungguh-sungguh. Kita yang mempunyai Tuhan Allah yang adalah sumber damai dan kita telah menerima pendamaian denganNya melalui Tuhan Yesus, kita harus membawa damai tersebut sehingga damai Tuhan benar-benar mewarnai kehidupan bersama di dunia ini.

Tuhan beserta dan memberkati kita se jemaat. Amin.

[PR]