GEMBALA MENYAPA
Minggu, 26 Februari 2023
BERBAHAGIALAH ORANG YANG MURAH HATINYA
Bacaan: Mateus 5:7
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan”
Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.
Yang dimaksud dengan murah hati atau pemurah yaitu sikap orang yang hatinya baik, khususnya karena orang itu suka memberikan sesuatu atau memberikan pertolongan kepada orang lain yang memerlukan, lebih-lebih bagi mereka yang sangat membutuhkannya.
Orang dikatakan murah hati atau pemurah berarti orang itu tidak pelit atau kikir serta mempunyai kepedulian kepada orang lain yang sedang menderita. Orang akan disebut sungguh-sungguh murah hati atau pemurah apabila orang itu melakukannya dengan dasar kasih dan belas kasih, dan bukan karena ter-paksa atau karena untuk memperoleh pujian dari orang lain.
Ayat bacaan kita yaitu Mateus 5:7 merupakan bagian dari ajaran Tu-han Yesus dalam Khotbah di bukit yang mengajarkan agar para muridNya dan umatNya hidup dengan murah hati atau pemurah kepada sesamanya seperti yang telah diuraikan di atas.
Kitab Suci mengajarkan bahwa para murid dan umatNya harus murah hati atau pemurah karena mereka terlebih dulu sudah menerima kemurahan dan kebaikan Tuhan, baik untuk kehidupan jasmani dan lebih-lebih untuk kehidupan rohani mereka.
Secara jasmani kemurahan dan kebaikan Tuhan itu jelas dari kasih dan pemeliharaan Tuhan untuk kehidupan umatNya setiap hari, sekalipun umatNya tidak meminta. (Masmur 23, 100).
Secara rohani kemurahanNya jelas dari karya penyelamatanNya bagi manusia berdosa melalui kedatangan dan karya Tuhan Yesus Juru Selamat (Yohanes 3:16, Markus 10: 45). Bahwa Tuhan itu murah hati dalam Masmur 30:6 disebutkan “Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati”. Hal itu menunjukkan murah hati dan pemurahNya Tuhan yang berupa pengampunanNya kepada manausia itu untuk selamanya. Karena itulah melalui nabi Yermia Tuhan bersabda dalam Yermia 3: 12b. “Sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman Tuhan”
Karena Tuhan Alah itu lebih dulu sudah murah hati atau pemurah kepada umatNya maka para murid diingatkan agar hidup dengan murah hati.
Apabila umat dan para muridNya tidak hidup dengan murah hati atau pemurah, mereka dapat dikatakan sebagai orang yang menyiksa dirinya sendiri. Itulah yang dalam Amsal 11:17 dinyatakan dengan kata-kata : ”Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri”.
Dalam ayat tersebut, mereka yang tidak murah hati atau pemurah disebut menyiksa badannya sendiri, dalam artian bahwa mereka akan menerima hukuman atas sikapnya yang tidak murah hati atau pemurah tersebut.
Tetapi kalau mereka itu murah hati, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa mereka itu akan berbahagia dan juga bahwa mereka akan beroleh kemurahan. Mereka akan jauh dari derita dan siksaan. Tuhan Yesus menegaskan hal itu dengan sabdaNya dalam Mateus 5:7 “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan”.
Sudahkah kita selalu merasa dan menyadari bahwa hidup kita di dunia ini, baik untuk kehidupan jasmani maupun rohani kita, semua itu karena Tuhan murah hati dan pemurah atas kita.
Selanjutnya apakah dalam kehidupan kita ini, kita juga selalu bertekad untuk menjadi umatNya yang murah hati dan pemurah kepada sesama, sehingga kita beroleh kemurahan dari sesama dan juga berbagai kemurahan dari Tuhan baik untuk kehidupan jasmani maupun rohani kita dan selanjutnya hidup dengan penuh syukur kepadaNya. Dalam 2 Kor 9: 11 disabdakan: “Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah”.
Tuhan beserta dan memberkati kita se jemaat. Amin.
[PR]