Listen

Description

GEMBALA MENYAPA
Minggu, 26 Maret 2023

BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MENJADI KECEWA DAN MENOLAK AKU

Bacaan: Mateus 11: 6
“Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku”

Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan.
Dalam Mateus 5: 1-12 Tuhan Yesus telah mengawali khotbah di bukit dengan ajaran-ajaran tentang bagaimana umatNya, yaitu orang percaya dapat memperoleh kebahagiaan hidup, baik secara lahiriah/jasmani maupun rohani/ kejiwaan. Hal itu semua sudah kita bahas bersama melalui renungan-renungan Gembala Menyapa sebelumnya.

Kalau kita telusuri dan kita cermati, dalam Kitab Suci ternyata masih banyak ajaran Tuhan Yesus tentang bagaimanakah umatNya dapat memper-oleh kebahagiaan dalam hidupnya. Karena itu dalam renungan Gembala Menyapa saat ini dan seterusnya, kita akan mencoba merenungkan berbagai hal yang diajarkan Tuhan Yesus tentang bagaimana umatNya/orang percaya dapat memperoleh kebahagiaan itu.

Dalam Mateus 11: 6 Tuhan Yesus bersabda :”Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku”
Sabda tersebut merupakan jawaban yang fundamental, yang sangat mendasar dari Tuhan Yesus yang disampaikan kepada Yohanes Pembaptis.
Pada waktu itu Yohanes Pembaptis dipenjarakan oleh raja Herodes karena ia menegur Herodes yang mengambil Herodias isteri Filipus, saudaranya untuk dijadikan isterinya, dengan mengatakan:”Tidak layak engkau mengambil Herodias” (Mateus 14: 4).

Penjara merupakan tempat yang tidak menyenangkan dan tentu membuat orang terbebani dan menderita lahir batin. Seperti pada umumnya orang yang dipenjara pasti menginginkan kebebasan dari belenggu penjara. Yohanes Pembaptis yang pada waktu itu mendengar apa yang sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus, ia begitu mengharapkan uluran tangan dan pertolongan dari TuhanYesus agar terbebas dari pengapnya penjara dan deritanya.
Oleh karena itu Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya (dalam Lukas 7:19 disebutkan dua orang), untuk menanyakan kepada Tuhan Yesus: ”Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain? Pertanyaan tersebut menunjukkan kekecewaan hati Yohanes Pembaptis kepada Tuhan Yesus karena sekalipun ia telah juga mendengar apa yang sudah dilakukan Tuhan Yesus, namun demikian mengapa Tuhan Yesus tidak meno-longnya ketika terbebas dari derita dan belenggu penjara.
Atas pertanyaan tersebut, Tuhan Yesus menyuruh murid-murid Yohanes Pem-baptis itu kembali kepada Yohanes Pembaptis dan memberitahukan apa yang sudah dilakukan Tuhan Yesus yaitu: orang buta melihat, orang lumpuh berja-lan, orang kusta ditahirkan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, orang miskin diberi kabar baik. Dengan jawaban itu Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia benar-benar Juru Selamat yang telah dijanjikan Tuhan Allah.
Di samping itu Tuhan Yesus juga memberikan jawaban yang fundamental, yang mendasar agar Yohanes tidak kecewa, apalagi menolakNya, sabda-Nya:”Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak aku”. Tidak menjadi kecewa dan menolakNya itu yang Tuhan Yesus kehendaki dari diri Yohanes Pembaptis, sekalipun tantangan dan beban hidup yang dialami sungguh berat dan tidak ringan. Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa hanya orang yang demikian itulah yang akan “berbahagia”, yang akan memperoleh damai sejahtera, ketenteraman lahir batin, juga keselamatan di dalam Tuhan.

Marilah sabda dan jawaban fundamental dari Tuhan Yesus kepada Yohanes Pembaptis tersebut, kita jadikan perenungan yang mendalam dan sungguh-sungguh di sepanjang kehidupan kita. Sekalipun terhimpit beban berat yang menimpa hidup kita hendaknya kita umatNya, orang percaya tidak menjadi kecewa apalagi menolak, tidak lagi mau menerima Tuhan Yesus se- bagai Juru Selamat. Kita harus tetap dan selalu menyadari dan meyakini bahwa Tuhan Yesus itu Juru Selamat kita. KasihNya begitu besar untuk kita. PengorbananNya melalui sengsara dan kematianNya adalah bukti kesung-guhanNya untuk menolong dan menyelamatkan kita orang berdosa.

Jangan menjadi kecewa dan jangan menolakNya. Itulah sumber kebahagiaan sejati bagi kita umatNya/orang yang percaya, apabila kita percaya kepadaNya kapanpun, di manapun dan dalam keadaan bagaimanapun.

Tuhan beserta dan memberkati kita se jemaat. Selamat ber hari Minggu Prapaskah V 2023 saat ini. Amin.

[PR]