GEMBALA MENYAPA, Jumat, 7 Oktober 2022
Bacaan : Matius 11:2-6
Nas ayat 6 : "Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku."
BERIMAN DITENGAH KESULITAN
Ada perkataan : "Memercayai Allah ketika segala sesuatu baik-baik saja itu mudah; Memercayai Allah di tengah keterbatasan dan kesulitan itu baru luar biasa!" Perkataan ini tampaknya benar! Ketika dihadapkan pada segudang masalah, mampukah kita memercayai Allah sama seperti ketika semua baik-baik saja?
Ketika berada dalam penjara, Yohanes mengutus murid-muridnya kepada Yesus untuk bertanya, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Saat itu, Yohanes tampak "meragukan" Yesus sebagai Mesias. Padahal sewaktu Yohanes membaptis Yesus, Roh Allah sendiri bersaksi kepadanya: "Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Mat. 3:17). Mungkin Yohanes berpikir, "Jika Yesus adalah Mesias, mengapa Dia tidak melepaskanku dari penjara, padahal aku begitu giat memberitakan Injil?" Menanggapi keraguan Yohanes, Yesus tidak menjawab "Ya" atau "Tidak", melainkan menunjukkan bukti Keilahian-Nya. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin beroleh pengharapan. Siapa bisa mengerjakannya kalau bukan Anak Allah?
Kita pasti pernah ditolong Tuhan. Tetapi seperti Yohanes, ketika dihadapkan pada pergumulan berat dimana kita seolah tidak melihat Tangan-Nya bekerja, kita lalu kembali meragukan Tuhan. Kebenarannya adalah: bukan Tuhan tidak bekerja, tetapi Dia bekerja bukan dengan cara kita. Bagaimanapun situasi kehidupan kita sekarang, tetaplah percaya kepada-Nya! Lebih lagi, biarkan Dia berkarya dalam kehidupan kita sesuai hikmat-Nya.
Tuhan memBerkati. Amin.
[BR]