Listen

Description

GEMBALA MENYAPA,  

SenIn, 19 September 2022

Bacaan   

: Daniel 1

Nas : ayat 7 "Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego" 

IDENTITAS 

Masa muda sering disebut masa mencari jati diri, dimana biasanya mereka dianggap belum dewasa dan mudah terpengaruh. Namun hal berbeda ditunjukkan oleh Daniel muda dan ketiga temannya: Hananya, Misael, dan Azarya. Mereka adalah orang Yehuda yang turut diangkut menjadi tawanan ke Babel. Karena memiliki banyak kelebihan (ay. 3-4), mereka dipersiapkan untuk melayani raja Babel, dengan syarat dan seleksi yang ketat. Selain belajar bahasa dan budaya baru, nama mereka pun diganti.

Nama adalah salah satu identitas penting. Itu mengingatkan mereka akan siapa mereka, dan apa yang mereka percayai. Daniel berarti "Allah adalah hakimku". Hananya berarti "pemberian Allah". Misael berarti "yang seperti Allah". Azarya berarti "ditolong Allah". Identitas mereka itu diganti menjadi Beltsazar (disukai dewa Bel), Sadrakh (perintah dewa Akhu), Mesakh (tamu raja) dan Abednego (hamba dewa Nego). Setiap nama baru ini berkaitan dengan dewa-dewa Babel. Menariknya, sekalipun identitas luar mereka diganti oleh penguasa, lalu mereka diperkenalkan dengan pola hidup baru, namun iman mereka kepada Allah Israel tidak pernah berubah. Karena sejak awal, mereka telah memantapkan hati untuk menaati Dia (ay. 8, 12).

Nama kita mungkin dapat mengingatkan kita akan Allah, atau hal baik lainnya. Namun identitas kita yang sejati tidak terletak pada nama tersebut, melainkan pada isi hati dan iman kita. Beriman terhadap Allah, itulah yang menjadikan kita anak-anak-Nya. Itulah identitas kita yang sejati. 

Tùhan memBerkati.  Amin.

[BR]