GEMBALA MENYAPA
Minggu, 06 November 2022
KASIH ITU BERISI KESEDIAAN UNTUK MEMBANTU
Bacaan: Roma 12: 13
“Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tum-pangan”
Dalam bahasa Indonesia ada peribahasa: “adat hidup tolong-menolong” dan dalam bahasa Jawa ada ajaran “pada tulung tinulungana marang pepadha” (Ind, bertolong-tolonglah dengan sesama).
Kedua hal tersebut berisi ajaran dan ajakan agar di dalam kehidupan bersama dengan orang lain, manusia jangan egoistis (sifat mementingkan diri sendiri) dan jangan egosentris (sikap yang menganggap bahwa dirinya pusat, sosok paling penting dalam pergaulan bersama dengan orang lain, bahkan dalam segala hal)
Manusia yang sejak semula diciptakan sebagai makhluk sosial, makhluk yang berkawan dan berteman dengan sesame manusia yang lain harus hidup saling tolong menolong dan membantu, karena manusia tidak mungkin untuk mengatasi kebutuhan dan masalah hidup dengan kekuatan dan usaha sendiri.
Ayat bacaan kita saat ini, Roma 12: 13 adalah nasehat dan ajaran rasul Paulus kepada jemaat Roma agar dalam rangka melaksanaan dan mewujudkan kasih kepada sesama, mereka diingatkan agar saling membantu. Jemaat Roma adalah jemaat di kota metropolitan Roma, sekalipun jemaat Roma terkenal sebagai jemaat yang besar dan kaya, di antara anggota jemaat Roma tentu saja ada yang berkekurangan dan ada juga tidak memiliki hunian atau tempat tinggal yang layak. Mereka yang demikan, yang merupakan kaum marginal, kaum pinggiran dan terpinggirkan itu perlu mendapat atensi, perhatian dan uluran tangan dari mereka yang berkecukupan dan yang berkelebihan. Juga semua warga masyarakat sekitar yaitu mereka yang berkekurangan dan tanpa tempat tinggal yang termasuk kaum miskin dan kaum marginal tersebut
Jemaat Roma diingatkan agar mereka yang terlebih dulu sudah menerima kasih Tuhan harus mengasihi sesamanya, khusunya sesama yang hidup dalam kekurangan, ketidak cukupan apalagi kemiskinan. Jemaat Roma wajib membantu mereka, yang disebut “orang-orang kudus”, dan tentu saja juga warga masyarakat sekitar yang lainnya yang perlu bantuan.
Jemaat Roma juga diingatkan agar mereka dalam mewujudkan kasih kepada sesama itu juga berusaha sedemikian rupa untuk memberi tumpangan. Memberi tumpangan berarti memberi dan menyediakan tempat untuk berteduh, berlindung dan juga untuk bermalam tentu saja dengan fasilitas lainnya agar mereka tidak terlantar dan menderita, baik itu untuk sesama warga jemaat maupun yang lainnya
Kita membayangkan sepertinya Jakarta ibukota Indonesia, banyak orang kaya tetapi juga ada yang miskin, banyak bangunan yang megah dan indah tetapi juga tidak sedikit bangunan dan rumah yang tidak layak huni untuk berteduh dan bermalam, demikianlah kota Roma ibukota kekaisaran Romawi tersebut. Sekali lagi bagi mereka baik warga jemaat Roma maupun warga masyarakat yang miskin dan tanpa tempat tinggal yang layak, adalah kewajiban jemaat Roma untuk memberikan bantuan dan uluran tangan kasih agar derita mereka teratasi.
Ayat bacaan kita saat ini mengajarkan, menasehati dan menegaskan bahwa kasih itu berisi kesediaan memberikan bantuan yaitu bantuan bagi mereka yang berkekurangan dan juga bantuan yang berupa memberikan tumpangan bagi mereka yang membutuhkan.
Apa yang diajarkan dan dinasehatkan rasul Paulus kepada jemaat Roma tersebut marilah kita usahakan dengan sungguh-sungguh dapat kita wujudkan dalam kehidupan jemaat kita saat ini. Kita orang percaya sudah lebih dulu dikasihi Tuhan oleh sebab itu kita harus mengasihi sesame dengan memberikan bantuan bagi mereka yang berkekurangan maupun memberikan tumpangan bagi mereka yang membutuhkan, baik bagi sesama warga jemaat maupun yang lain.
“Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan”
Tuhan memberkati kita sejemaat. Amin
[PR]