Listen

Description

GEMBALA MENYAPA
Minggu, 18 September 2022

KASIH ITU MELAKUKAN KEBAIKAN, MENJAUHI KEJAHATAN

Bacaan, Roma 12:9b:
“Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik”
.
Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,
Kitab Kejadian mengajarkan bahwa Tuhan menciptakan dunia dengan segala isinya dengan baik (Kejadian 1:31), dan tentu saja termasuk manusia juga diciptaankan dengan baik.
Bahwa manusia diciptakan dengan baik juga nyata dengan diciptakannya manusia sebagai peta dan tauladan atau gambar Allah (Kejadian 1:27). Secara sederhana kalau disebutkan bahwa manusia diciptakan menurut gambarNya tidak berarti bahwa manusia itu sama dengan Tuhan Allah. Diciptakan sebagai gambar Allah artinya yaitu bahwa ketika diciptakan manusia dikaruniai sifat-sifat yang baik seperti misalnya sifat kasih, kudus, setia seperti yang ada di dalam diri Tuhan Allah. Hanya saja yang ada di dalam diri manusia hanya seperti dan bukannya sama dengan yang dimiliki Tuhan Allah, karena sifat-sifat yang ada pada Tuhan Allah segalanya adalah maha yaitu maha kasih, maha kudus, maha setia dan lain sebagainya.

Sekalipun demikian, diciptakannya manusia sebagai gambar Allah tersebut merupakan berkat dan karunia yang luar biasa bagi manusia, karena hal itu menunjukkan bahwa manusia itu diciptakan dengan baik. Bahwa manusia diciptakan sebagai peta dan tauladan atau gambar Tuhan Allah tersebut merupakan karunia dan berkat yang luar biasa dari Tuhan. Oleh sebab itu manusia semestinyalah memerimanya dengan dengan sukacita dan penuh rasa syukur. Bayangkan kalau manusia itu diciptakan hanya menjadi gambar binatang seperti misalnya sebagai gambar anjing, kucing, tikus dan yang lainnya lagi. Kalau hal itu yang terjadi tentu saja tidak dapat dikatakan bahwa manusia itu diciptakan dengan baik, bahkan justru menunjukkan betapa rendah dan tidak baiknya manusia itu. Manusia diciptakan sebagai gambar Tuhan Allah itu menunjukkan bahwa kodrat manusia yaitu diciptakan sebagai ciptaan yang baik.

Kodrat bahwa manusia diciptakan dengan baik tersebut ternyata tidak dapat dipertahanan ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Manusia kehilangan kasih kepada Tuhan dan sesama dan juga tidak lagi hidup dalam kebaikan kepada Tuhan dan sesama. Manusia cenderung untuk hidup dalam dosa dan melakukan hal-hal yang jahat yang tidak dikehendaki Tuhan.
Bagi manusia yang demikian itu, Tuhan Allah tetap menunjukkan kasihNya. Melalui Tuhan Yesus Juru Selamat, Tuhan Allah menyelamatkan manusia yang percaya kepadaNya. Dan bagi orang yang percaya, Tuhan memerintahkan agar mereka hidup dalam kasih, yaitu kasih kepada Tuhan dan sesama (Mateus 22: 37-40).

Dalam Roma 12:9b, melalui rasul Paulus Tuhan memerintahkan “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik”. Intisarinya yaitu agar orang percaya, umatNya melakukan perbuatan yang baik atau berbuat baik.
Menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik tersebut harus dilakukan dalam relasi dengan Tuhan, harus dilalukan karena hal itu merupakan tanda iman, tanda bakti, tanda ketaatan dan tanda syukur kepadaNya.

Namun demikian kalau Roma 12:9b tersebut kita cermati dalam kaitannya dengan Roma 12:9-21, ternyata perintah tersebut merupakan perintah yang harus dilakukan dalam relasi dengan sesama. Hal itu jelas antara lain dari Roma 12: 13, 17, 20, 21. Ayat-ayat tersebut mengajarkan dan menyebutkan bagaima-na dengan dasar kasih orang harus melakukan hal yang baik atau berbuat baik kepada sesamanya, antara lain yaitu dengan :
1. Menjauhi kejahatan (Roma 12: 9a)
2. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12: 17a)
3. Tidak membalas kejahatan itu untuk semua orang ( Roma 12:17b)
4. Kesediaan untuk memberi pertolongan (Roma 12: 13, 20)
5. Mengalahkan kejahatan dengan kebaikan ( Roma 12: 21)

Melakukan hal yang baik atau bebuat baik, itulah salah satu ciri kasih yang diperintahkan Tuhan bagi kita umatNya,

Tuhan memberkati kita sejemaat. Amin.

[PR]