Listen

Description

GEMBALA MENYAPA

Minggu, 23 Oktober 2022

KASIH ITU SABAR DALAM KESESAKAN

Bacaan: Roma 12:12b 

“Sabarlah dalam kesesakan”

Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, 

Yang dimaksud dengan sabar adalah sikap yang tidak cepat marah atau mudah marah. Kalau orang tidak sabar maka orang itu mudah emosi, temperamental, meledak-ledak apabila tersinggung perasaannya, juga bisa jadi karena menganggap orang lain bersikap, berkata, berpendapat dan berkeinginan yang tidak sesuai dengan sikap, pendapat dan keinginannya sendiri. 

Seringkali hanya karena masalah kecil atau sepele orang dapat tidak sabar dengan berbagai bentuk sikap seperti yang tersebut di atas. Tanpa menyadari bahwa sikap tidak sabar tersebut bisa merugikan dirinya sendiri sendiri, seperti misalnya  orang itu gampang mengeluh, menggerutu, patah semangat, mudah menyalahkan diri sendiri, keluarga dan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan.

Kitab Suci mengajarkan beberapa hal berkanaan dengan kesabaran tersebut yaitu:

(1) Agar orang percaya dan umatNya hidup dalam kesabaran (2 Tim. 2: 24, Efs 4:2), mengenakan kesabaran (Kol. 3:12), mengejar kesabaran (1 Tim. 1: 16). Dengan kata lain kesabaran harus melekat menyatu dalam diri umatNya, menjadi ciri khas umatNya.

(2) Kesabaran tersebut harus dilakukan untuk semua orang (Kol. 3: 13, 1 Tes. 5:14) dan juga untuk segala hal, terlebih-lebih dalam menghadapi penderi-taan (1 Kor. 13:7b, 2 Kor.6:4, 2 Tim. 4:2). Dengan semua itu berarti kesa-baran itu harus dilakukan kepada semua orang dan dalam hal apapun terlebih-lebih dalam menghadapi penderitaan dan kesesakan.

(3) Bagi orang yang sabar, Tuhan memberikan apresiasi. Mereka dinilai sebagai orang yang dapat memadamkan perbantahan (Amsal 15:18), melebihi seorang pahlawan (Ams.16:21), berakal budi (Ams. 19:11), rendah hati (Pengk.7:9). Karena semuanya itu merupakan apresiasi positif yang luar biasa  dari Tuhan sendiri sudah sepantasnyalah  umat mensyukurinya. 

Berdasarkan kasih kita umatNya diingatkan agar kita bersabar lebih-lebih dalam kesesakan. Bukan umatNya dalam arti yang sesungguhnya apabila kita tidak hidup dalam kasih yang didalamnya ada kesabaran tersebut. lebih-lebih ketika kita menderita dan kesesakan. Kasih itu sabar dalam kesesakan.”.

Tuhan memberkarti kita sejemaat. Amin.

[PR]