*GEMBALA MENYAPA*
_Minggu, 02 Oktober 2022_
*KASIH ITU SALING MENDAHULUI MEMBERI HORMAT*
Bacaan: *Roma 12:10b*:
_“dan saling mendahului dalam memberi hormat”_
Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan,
Kepada jemaat Roma, rasul Paulus menasehatkan bagaimana mereka sebagai umatNya harus hidup di dalam kasih kepada sesama (Roma 12: 9-21). Ada banyak hal yang dinasehatkan berkenaan bagaimana jemaat Roma selaku orang percaya harus hidup dalam kasih kepada sesama. Tetapi dalam Roma 12:10b, khususnya dinasehatkan bagaimana di dalam dan berdasarkan kasih tersebut orang percaya, umatNya harus memberi hormat atau menghormati sesama. Di dalam Roma 12:10b tersebut diperintahkan: “dan saling mendahului dalam memberi hormat”.
Dalam ayat tesebut ada dua pokok pikiran penting yang ditekankan yaitu bahwa dengan dan berdasarlan kasih orang percaya wajib:
*1. Memberi hormat kepada sesama*
Memberi hormat kepada sesama itu adalah salah satu wujud dan bentuk kasih. Hanya mereka yang mempunyai kasih kepada sesama, orang itulah yang akan dapat dan dimampukan untuk menghormati sesama. Kalau orang tidak memiliki kasih kepada sesama, apalagi kalau yang dipunyai itu kebencian maka bisa saja orang kecenderungan untuk mengabaikan, menye-pelekan, tidak menghargai, menganggap rendah sesamanya dan sebagainya. Dan kalau hal itu yang terjadi pasti menyedihkan, mengecewakan dan bahkan menyakitkan hati bagi sesamanya tersebut.
Sebagai umat Tuhan, orang percaya harus menyadari dan memahami bahwa sesama, siapapun dan bagaimanapun dia dengan status sosialnya, kedudukannya, keturunan siapa, kekayaannya, kepandaiannya, asal-usul dan kebangsaannya, agamanya dan lain sebagainya, mereka itu adalah sama-sama ciptaan Tuhan, sama-sama merupakan gambar Tuhan Allah yang juga diciptakanNya sebagai ciptaan yang baik dan mulia. Karena itu sikap tidak menghormati sesama, dapat dikatakan sama saja dengan sikap yang tidak menghormati Tuhan Allah sendiri sebagai Sang Pencipta. Dan bagi orang percaya sikap tersebut harus dibuang jauh-jauh dari kehidupannya.
*2. Saling mendahului dalam memberi hormat.*
Memberi hormat kepada sesama harus dilakukan oleh setiap orang percaya, dan hal iu hendaknya dilakukan dengan prinsip saling mendahului.
Dengan kata “saling” maksudnya yaitu bahwa menghormati itu harus dilakukan secara timbal balik di antara kedua belah pihak, baik di antara orang percaya dengan sesama orang percaya se jemaat dan yang bukan sejemaat, maupun di antara orang percaya dengan semua orang sekalipun mereka itu berbeda iman/kepercayaan dan juga berbeda dalam berbagai hal yang lain. Dengan prinsip “saling” tersebut maka kedua belah pihak harus menyadari dan memahami bahwa kedua belah pihak tersebut berada dalam kesetaraan, kesejajaran dan “berdiri sama tinggi, duduk sama rendah” seperti kata peribahasa.
Dengan kata “mendahului” tersebut dikehendaki agar orang percaya, mengedepankan dan memprioritaskan menghormati sesamanya daripada berusaha agar sesamanya itu lebih dulu menghormati diri kita. Kita sebagai umat Tuhan harus berusaha jangan sampai yang lebih dulu menghormati kita adalah sesama kita. Tetapi apabila ternyata sesama kitalah yang lebih dulu menghormati kita, baik dengan kata-kata, sikap tubuh, pandangan mata dan sebagainya nya, sebaiknya kita dengan serta merta hendaknya juga harus membalas menghormati sesama kita itu.
Perintah agar “mendahului memberi hormat” juga berisi ajaran agar kita umatNya jangan gila hormat, yaitu sikap yang di dalam segala hal, kapan saja, di mana saja kita maunya/inginnya dihormati oleh sesama kita bahkan semua orang lebih-lebih mereka yang status social dan kedudukannya lebih rendah dari diri kita. Sikap gila hormat tersebut sungguh tidak terpuji, merendahkan sesama dan tentu saja harus kita jauhkan dari kehidupan kita orang percaya.
Jemaat Roma dan kita semua orang percaya, selaku umatNya saat ini diingatkan bahwa kita wajib menghormati sesama dengan sikap saling mendahului, seperti sabda dalam Roma 12: 10b “dan saling