*GEMBALA MENYAPA*
_Minggu, 18 Desember 2022_
*KASIH KEPADA ORANG YANG MENYETERUI: MEMBERI KEBUTUHAN POKOKNYA DENGAN KESUNGGUHAN*
Bacaan: *Roma 12:20*
_“Tetapi jika seterumu lapar berilah dia makan, jika ia haus berilah dia minum. Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepadanya”_
Jemaat yan dikasihi dan mengasihi Tuhan,
Tidak sedikit yang berpendapat bahwa kasih itu harus hanya kita laku-kan kepada mereka yang lebih dulu telah mengasihi kita baik dengan perbuat-an, sikap maupun kata-kata.
Pendapat tersebut tidaklah benar. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Tuhan Allah itu adalah Allah yang mengasihi manusia berdosa, yang justru telah memusuhi dan melawan Tuhan dengan kasihNya yang besar melalui keda-tangan dan karya Tuhan Yesus Juru Selamat di dunia ini (Yohanes 3: 16).
Semua itu menunjukkan bahwa kasih itu harus juga dilakukan kepada mereka yang memusuhi.
Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat Roma bahwa mereka yang memusuhi harus disikapi dengan kasih. Hal itu sudah disampaikan dalam Roma 12:14 “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk” Dan kemudian Rasul Paulus menandaskan lagi hal itu dalam baca-an kita saat ini, Roma 12:20 “Tetapi jika seterumu lapar berilah dia makan, jika ia haus berilah dia minum. Dengan berbuat demikian kamu menumpuk-kan bara api di atas kepadanya”.
Dari Roma 12: 20 tersebut ada dua hal penting yang harus diperhatikan berkenaan dengan kasih kepada musuh atau mereka yang menyeterui kita, yaitu:
*1. Kasih kepada musuh itu memberikan kebutuhan pokoknya.*
Dalam hidup di dunia ini makan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan pokok makan dan minum tersebut dapat dikatakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda tetapi harus segera diwujudkan termasuk untuk mereka yang dan menjadi seteru dan memusuhi kita. “Tetapi jika seterumu lapar berilah dia makan, jika ia haus berilah dia minum”
*2. Kasih kepada musuh itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.*
Disebutkan dalam ayat bacaan “Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepadanya”.
Ungkapan atau kalimat itu bukan dalam arti menyiksa dengan keji dan tanpa peri kemanusian atau menyakiti musuh dan mereka yang menyeterui kita. Tetapi maksudnya yaitu agar mengasihi orang yang memusuhi dan menyeterui kita itu hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Di tengah kehidupan bangsa Yahudi pada waktu ada tradisi mencari api (“opek geni” dalam masyarakat Jawa) untuk kepentingan masak dan lain-lain itu dengan cara minta api atau bara api kepada tetangga. Orang itu membawa tempat khusus yang bisa ditaruh di atas kepala. Kalau oleh tetangga atau siapapun yang memberi orang yang mencati api itu diberi bara api yang menumpuk, yang banyak itu berarti orang yang memberi itu menunjukkan kasih yang sungguh sungguh, karena dengan itu bara tersebut dapat tetap menyala terus sampai di rumah dan dapat digunakan untuk masak dan lain-lainnya.
Mengasihi musuh dengan memberikan kepadanya kebutuhan pokok dan memberikannya dengan sungguh-sungguh itulah yang dikehendaki Tuhan melalui rasul Paulus dalam Roma 12: 20
Natal yang akan kita peringati Minggu 25 Desember 2022 memberi contoh bagaimana karena kasihNya Tuhan sudah memberikan kebutuhan po-kok kita yaitu keselamatan kita dan Tuhan telah memberikan kasihNya itu dengan sungguh-sungguh melalui kedatangan dan karya Tuhan Yesus Kristus Juru Selamat.
Kasih itu memberikan kebutuhan yang pokok dengan sungguh-sungguh kepa-da musuh atau orang yang menyeterui kita, dan tentu saja hal itu juga harus kita lakukan untuk semua sesama kita, semua orang.
Tuhan memberkati kita sejemaat. Amin.
_[PR]_