Gembala Menyapa
9 Desember 2022
MENGALAMI PEMULIHAN YANG SEJATI
Yesaya 30:19-26
Pernahkah saudara merasakan sleep paralysis atau yang biasa kita kenal dengan istilah tindhihen? Saat tidur tiba-tiba tidak bisa bergerak, meski rasanya kita sadar. Banyak orang mengatakan bahwa keadaan ini karena roh halus, namun sebenarnya tindhihen ini bisa dijelaskan secara ilmu kesehatan (medis). Dalam sleep paralysis, transisi tubuh ke atau dari tidur tidak sinkron dengan otak. Kesadaran orang tersebut terjaga, tetapi tubuh mereka tetap dalam keadaan tidur yang lumpuh. Terkadang juga disertai dengan kecemasan dan halusinasi. Dalam keadaan kita merasa tidak bisa bergerak, bantuan orang lainlah yang kita harapkan untuk menyentuh dan membangunkan kita, supaya kita terlepas dari rasa cemas dan halusinasi yang diakibatkan oleh sleep paralysis ini.
Demikian juga dengan keadaan bangsa Israel yang hidup jauh dari hadirat Tuhan. Tulisan dalam kitab Yesaya ini diawali dengan penyataan keluhan terhadap bangsa Israel yang tidak setia kepada Tuhan Allah. Dilanjutkan penyataan tentang hukuman demi hukuman yang ditimpakan kepada bangsa Israel serta penindasan yang diizinkan Tuhan menimpa mereka. Kemudian Tuhan mendengarkan kehampaan, kesedihan, dan keprihatinan mereka. Dan Tuhan akan mendapati mereka, menyentuh serta menolong bangsa Israel dengan segera. (Ay. 20). Tuhan Allah yang siap sedia menolong, sungguh menjadi oase yang menyejukkan bagi bangsa Israel. Terlebih Tuhan memberikan janji pemulihan yang memberikan pengharapan kepada mereka, meskipun belum sepenuhnya terwujud.
Mungkin saat ini ada di antara saudara-saudara kita yang merasakan susah hati, sebab memiliki hubungan yang kurang baik dengan diri kita. Ada kesalahan-kesalahan di masa lalu yang membuat mereka menyesal namun terhalang oleh suasana kekakuan yang selama ini membentengi kita. Sentuhan pengampunan dari pribadi yang pernah dilukai, pasti akan menjadi kelegaan dan kesukacitaan besar kepada mereka. Maka dari itu, jadilah pribadi-pribadi yang memerdekaan seperti Tuhan, yang sering kita lukai namun tetap terus mengasihi kita. Mari bergerak untuk mengampuni dan mengasihi saudara yang pernah melukai hati kita, seperti Tuhan yang telah mengampuni dosa kita dan mengasihi kita sepenuhnya.