GEMBALA MENYAPA
Minggu, 21 Agustus 2022
MERDEKA ATAU MATI
Bacaan: Roma 6: 18, 2 Korintus 5:17
“Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran”. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang” Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, Syalom. 17 Agustus 2022 kita bangsa Indonesia memperingati HUT Kemer-dekaan RI ke 77. Tema Nasional Kemerdekaan tahun ini adalah “Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”. Dengan Tema tersebut, kita seluruh bangsa diajak untuk bersama-sama mengatasi dan menanggulangi pandemi Covid 19 yang masih mengancam dan juga untuk mengatasi berbagai macam keterpurukan yang terjadi dalam kehidupan bangsa (seperti misalnya berkenaan dengan ketahanan energi, pangan dan sebagainya) sehingga betul-betul segera pulih kembali, “pulih lebih cepat”. Dan selanjutnya agar setelah pulih mampu bangkit kembali sehingga menjadi bangsa yang kuat, “bangkit lebih kuat”. Kita tahu bahwa Kemerdekaan Indonesia dicapai dengan perjuangan yang tidak ringan dan tidak mudah. Tetesan darah para pahlawan dan derai air mata anak bangsa tercurah untuk terwujudnya kemerdekaan tersebut. Dalam perjuangan kemerdekaan saat itu “Merdeka atau mati” menjadi slogan yang diku-mandangkan dan didengungkan di segenap penjuru negeri. Dengan slogan yang heroic tersebut, yang di dalamnya terkandung semangat kepahlawanan akhirnya atas berkat rahmat Allah yang mahakuasa bangsa dan negara Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Dengan slogan “Merdeka atau mati” bangsa Indonesia sangat merindukan dan mencita-citakan kemerdekaan. Bangsa Indonesia mengingin-kan adanya jaman baru, yaitu jaman di mana bangsa Indonesia bebas dari cengkeraman penjajah. Dengan penjajahan yang terjadi bangsa Indonesia seperti menjadi bangsa yang mati, tanpa daya dan tidak berkutik. Tetapi dengan kemerdekaan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang hidup kembali dari kematian, mempunyai kedaulatan untuk mengatur segala sesuatunya di dalam kehidupan bangsa dan negara tercinta Indonesia. Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, Ayat bacaan kita, Roma 6: 18 dan 2 Korintus 5:17 merupakan ajaran rasul Paulus kepada jemaat Roma dan Korintus yang berisi dua hal penting yaitu yang pertama bahwa jemaat atau orang percaya adalah orang yang sudah dimer-dekakan dari dosa dan dikaruniai hidup baru. Dan selanjutnya yang kedua yaitu bahwa sebagai orang percaya mereka harus hidup dalam kebenaran, hidup sebagai hamba kebenaran, dengan meninggalkan kehidupannya yang lama. Isi dan inti pokok ayat-ayat tersebut dapat dikatakan senada dan seiring sejalan dengan slogan “Merdeka atau mati”. Kita manusia berdosa pasti ingin memiliki kemerdekaan dan kehidupan, bebas dari cengkeraman dosa dan maut. Dan bagi kita selanjutnya diingatkan agar kita hidup menjadi hamba kebenaran, yaitu kebenaran Tuhan dengan menaati kehendakNya, agar kemerdekaan rohani yaitu kehidupan di dalam Tuhan dapat kita miliki dan kita rengkuh untuk selama-lamanya. Dengan peringatan HUT RI ke 77, marilah slogan “Merdeka atau mati” yang dulu didengungkan dan dikumandangkan saat segenap bangsa memperju-angkan kemerdekaan hendaknya juga menjadi slogan kita orang percaya saat ini. Saat ini kita masih harus menapaki perjalanan iman yang tidak mudah. Banyak tantangan, hambatan, ancaman dan ganguan yang dapat menghan-curkan kemerdekaan iman kita dengan hidup yang dikaruniakan Tuhan dan dapat berakibat membawa kita pada kematian rohani kita. Kita harus memper-juangkan kemerdekaan yang memberikan kita kehidupan tersebut, agar kita jangan mati. Slogan “Merdeka atau mati” hendaknga menjadi pegangan dalam perjuangan iman kita saat ini dan selamanya. Tuhan memberkati kita sejemaat. Amin. [PR]