Listen

Description

GEMBALA MENYAPA
Minggu, 31 Juli 2022

ROH MEMBERIKAN KARUNIA BERNUBUAT

Bacaan: 1 Korintus 12: 10b
“Dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat”.

Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, Syalom.
Kata atau istilah “nubuat” sering juga disebut “ramalan” yang diartikan sebagai wahyu yang diyakini diturunkan Tuhan kepada nabi untuk disampaikan kepada manusia. Nubuat atau ramalan nabi tersebut biasanya berisi berita tentang hal-hal apa yang akan terjadi kemudian, yang diyakini bahwa hal itu akan terjadi sungguh-sungguh.
Untuk masalah rohani dan keimanan, kedua istilah tersebut yaitu nubuat nabi atau ramalan nabi dua-duanya dapat dipakai. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, istilah nubuat dan ramalan tersebut tidak dapat digunakan dan dipakai dalam arti yang sama. Orang yang pekerjaannya melakukan ramalan lebih tepat disebut “peramal” atau “tukang ramal”, bukan “tukang nubuat”. Berkenaan dengan informasi tentang keadaan cuaca, bagaimana yang akan terjadi baik untuk suatu hari, maupun yang akan terjadi untuk beberapa hari atau dalam kurun waktu tertentu lebih tepat informasi terseut disebut “ramalan cuaca”, bukan nubuatan cuaca”.

Dalam kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru banyak dijumpai istilah atau kata nubuat, khususnya berkenaan dengan karya penyelamat Allah melalui Tuhan Yesus Juru Selamat. Bahwa Tuhan Yesus akan datang, apa karya dan ajaran-Nya, sengsara dan kematianNya, kebangkitanNya, kenaikanNya ke sorga, dan lain-lainnya, semuanya itu telah dinubuatkan sebelumnya dan kemu-dian benar-benar terjadi dan menjadi kenyataan.
Kalau dalam ayat kita 1 Korintus 12: 10b disebutkan “dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat”, maksudnya yaitu bahwa Ia (Roh Kudus) memberikan karunia kepada orang-orang tertentu untuk menyampaikan nubuat Tuhan. Para nabi dalam Perjanjian Lama ketika bernubuat pasti karena karunia dan karya Roh (Yermia 5:21, 14: 14, 29:9), kecuali para nabi palsu, yang bernubuat karena kuasa dan kehendaknya sandiri. Demikian juga dalam Perjan-jian Baru, seperti tertulis dalam 1 Korintus 12: 10b.
Setelah Pantakosta, kalau penulis kitab Wahyu menubuatkan hal-hal yang akan terjadi kemudian, khusunya tentang akhir jaman pasti semua itu karena kuasa dan karunia Roh. (Wahyu 1: 6). Kalau dalam Kisah Rasul 21: 8-9 dikisahkan bahwa di Kaesaria, ada seorang pemberita Injil yang bernama Filipus, yang empat orang anaknya perempuan (empat anak dara) beroleh karunia untuk bernubuat, itu juga pasti karena karya dan karunia Roh dan lan sebagainya.

Berkenaan dengan karunia bernubuat tersebut, Kitab Suci mengajarkan beberapa catatan penting yang perlu dan harus kita perhatikan, yaitu:
1. Karunia bernubuat itu tidak diberikan untuk semua orang (1 Korintus 12: 10b)
2. Ada waktu di mana nubuat itu akan berakhir (1 Korintus 13: 8)
3. Nubuat itu tidak sempurna (1 Korintus 13:9).
Walaupun nubuat itu karya dan karunia Roh tetapi aspek manusiawi orang yang bernubuat dapat mempengarui nubuat yang disampaikan.
4. Nubuat itu tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri (2 Petrus 1: 20-21).
Maksudnya yaitu agar nubuat jangan “ditafsirkan” atau “dicari kebenaran arti/maknanya” secara serampangan, tetapi harus dengan dengan sungguh-sungguh, hati-hati dan mohon hikmatNya.
5. Nubuat itu hendaknya dilakukan untuk membangun jemaat Tuhan (1 Korintus 14: 4)
6. Nubuat itu harus dihargai, jangan dianggap rendah ( 1 Tesalonika 5: 20)

Karena nubuat tidak dapat dipisahkan dari hal bersaksi dan me-nyampaikan firman Tuhan, maka setiap kita, baik yang bersaksi dan menyampaikan firman Tuhan maupun kita yang mendengar kesaksian firman Tuhan dari orang lain hendaknya memperhatikan dengan sung-guh-sungguh perenungan di atas, khususnya tentang bererapa catatan penting tang sudah dipaparkan di atas.

Tuhan memberkati kita sejemaat. Amin .

[PR]