Jatuhnya kekuasaan Presiden Ben Ali di Tunisia adalah titik Awal Arab Spring. Kekuatan media informasi sebagai penggerak kekuatan anti pemerintah meluas ke negara-negara Arab lainnya. Presiden Libya Moammar Khadlafi jatuh dan terbunuh setelah meletus perang saudara di negara ini, Maroko merespon tuntutan publik dengan melakukan pemilu multi partai. Sementara itu, negara-negara kaya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Oman dengan pendekatan kesejahteraan (welfare state) berusaha bertahan dari tuntutan perubahan politik. Situasi politik tidak menentu terjadi di Mesir, Yaman, dan Syria.