“aku pengen ngajak anna, tapi aku takut kalo ditolak.”
“ah laki laki jaman sekarang emang gini ya, belom nyoba udah nyerah.” Sambil menepuk pundak prakasa dan melanjutkan perkataannya “ gini, kalo belom dicoba gabakal tau reaksinya kan? Udah sekarang telfon dia.”
Prakasa dengan hati yang sedikit takut memaksakan mengeluarkan hp nya dari saku celana, sembari mencari kontak anna yang sudah cukup dalam tertimbun oleh grup kampus. Karena setelah kejadian malam itu mereka berdua tak saling memberi kabar, prakasa mungkin sedang bersedih karena hal itu.
“yakin jul?” dengan perlahan dia menekan tombol panggil dikontak anna
“sikat, aku pergi dulu ya laper…” saut julio dan meninggalkan raka dengan sejuta rasa takut.
“halo? Ada apa ka”