Bagi saya sendiri, memasuki usia 30 tahun memberikan banyak perasaan. Ada yang manis, pahit, asam, dan sepat. :))
Saya bersama dengan sahabat saya, Rima juga merasakan di usia 30-an ini kami semakin menerima diri apa adanya. Benang merah dari setiap obrolan kami adalah kami semakin menghargai hidup, menerima diri, menghormati diri sendiri, dan lebih realistis. Hidup di usia 30-an memang berbeda apabila dibandingkan dengan diri saat masih belasan atau dua puluhan.
Tapi, di atas semua angka-angka itu, kami masih terus belajar menjalani hidup dengan maksimal. Mengurangi rasa sesal akan sesuatu yang tidak dilakukan. Mencoba realistis dengan mimpi-mimpi yang tidak masuk akal. Menerima kenyataan. Menghibur diri. Meratapi nasib. Dan tetap hidup.
Sejauh ini, episode ini adalah favorit saya. Kami bisa berbicara apa adanya dan jujur kepada diri sendiri. :))
Selamat Mendengarkan!