Urban farming kini menjadi alternatif usaha pertanian di tengah keterbatasan lahan di perkotaan. Bukan hanya menambah segar udara perkotaan, urban farming juga bisa menjadi penyangga pangan masyarakat saat pandemi Covid-19.
Bahkan jika ditekuni dengan serius, maka kegiatan urban farming bisa menjadi ladang bisnis menggiurkan. Apalagi umumnya budidaya pertanian dilakukan secara hidroponik yang bebas penggunaan pupuk dan pestisida kimia, sehingga harga bisa masuk kategori premium.
Bagi yang berminat melakukan usaha hidroponik, Nurhayati mengatakan, bisa dilakukan secara sederhana. Misalnya, menggunakan botol bekas dan barang-barang bekas lainnya. Saat ini yang potensial dikembangkan di perkotaan adalah rooftop farming yakni budidaya tanaman di atas atap gedung. Kelebihannya sinar matahari langsung tanpa penghalang.
Kepala DKPKP, Suharini Eliawati mengatakan, ada beberapa sasaran yang pihaknya garap untuk pengembangan urban farming. Misalnya lahan di rumah susun, lahan kosong dan tidur, pekarangan dan gang, sekolah, gedung-gedung dan RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak).