Listen

Description

"semuanya berjalan demikian hingga titik-titik yang sudah ditentukan hilang dan aku mulai kehilangan arah hidupnya, terlunta dalam naungan gulana. bagian-bagian dari dalam tubuhku menangis kencang ketika luka-luka yang dipaksa hilang tidak berbuah apa-apa, namun tangisnya kian kencang kala aku diam terduduk dalam kesendirian dan tatapan penuh kekosongan. matanya hanya hitam, tak ada sebuah bahagia didalamnya, hanya pelukan dari sebuah anti-kehidupan." — Tuan Kembara